Pembangunan Jalan Desa Lebak: Pemprov Banten Tingkatkan Akses Pertanian dan Ketahanan Pangan
Pemprov Banten genjot Pembangunan Jalan Desa Lebak, khususnya ruas Luwuk-Grewel, demi kelancaran distribusi hasil panen 200 hektare sawah dan penguatan ketahanan pangan daerah. Simak dampaknya bagi petani!
Pemerintah Provinsi Banten menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur vital. Ruas jalan desa Luwuk-Grewel di Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, kini telah rampung. Proyek ini secara spesifik dirancang untuk memfasilitasi pengangkutan hasil panen dari lahan sawah seluas 200 hektare di wilayah tersebut.
Inisiatif strategis ini merupakan bagian integral dari upaya Pemprov Banten untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara menyeluruh. Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa pembangunan jalan bertujuan mengurangi beban biaya produksi yang selama ini ditanggung oleh para petani. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif signifikan terhadap kesejahteraan petani lokal.
Pembangunan jalan sepanjang 2,9 kilometer dengan lebar 3 meter ini didanai melalui APBD 2026 senilai Rp6,5 miliar. Pelaksanaannya dipercayakan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Banten. Proyek ini juga merupakan bagian dari program unggulan “Bangun Jalan Desa Sejahtera” atau Bang Andra yang fokus pada penguatan ketahanan pangan dan ekonomi perdesaan.
Peningkatan Akses dan Dampak Ekonomi Petani
Sebelumnya, petani di Desa Karyajaya menghadapi tantangan serius akibat kondisi jalan yang rusak parah. Mereka terpaksa mengeluarkan biaya sekitar Rp10.000 per karung untuk jasa angkut gabah, sebuah beban yang cukup memberatkan. Kondisi ini seringkali mengurangi margin keuntungan yang seharusnya mereka peroleh dari hasil panen.
Dengan selesainya Pembangunan Jalan Desa Lebak ini, Gubernur Andra Soni menyatakan bahwa petani kini tidak perlu lagi mengeluarkan biaya angkut yang memberatkan. Mereka memiliki kemampuan untuk membawa sendiri hasil panen mereka ke lokasi pengolahan atau pasar. Ini secara langsung akan menekan biaya operasional petani, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan bersih mereka.
Ketua RT Kampung Ranca, Desa Karyajaya, Uswani (50), turut merasakan manfaat langsung dari perbaikan infrastruktur ini. “Sekarang jalannya sudah bagus, petani tidak lagi dibebani biaya angkut. Semua bisa dibawa sendiri,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya petani harus menggunakan jasa panggul karena jalan yang rusak parah. Kini, dengan jalan yang sudah bagus, beban biaya angkut tersebut sepenuhnya tereliminasi, memberikan kelegaan finansial bagi banyak keluarga petani.
Program Bang Andra dan Fokus Ketahanan Pangan
Program “Bangun Jalan Desa Sejahtera” atau Bang Andra merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Banten yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan dan aktivitas ekonomi di tingkat desa. Pembangunan jalan desa Luwuk-Grewel adalah salah satu realisasi dari komitmen tersebut. Gubernur Andra Soni menekankan bahwa Pemprov Banten akan terus mendorong pembangunan jalan desa sesuai dengan kemampuan fiskal daerah.
Pada tahun 2026, program Bang Andra menargetkan pembangunan 11 ruas jalan lainnya yang diprioritaskan. Fokus utama dari target ini adalah mendukung sentra produksi pertanian dan upaya penguatan ketahanan pangan di berbagai wilayah Banten. Harapannya, kondisi keuangan provinsi akan semakin membaik sehingga pembangunan infrastruktur desa dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
Selain fokus pada jalan, Gubernur juga menyoroti pentingnya jaringan irigasi di kawasan pertanian Desa Karyajaya. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan sistem irigasi yang telah dibangun melalui dana desa. Sinergi antara pemerintah daerah dan desa didorong untuk memperluas cakupan layanan irigasi, memastikan pasokan air yang memadai untuk lahan pertanian.
Apresiasi dan Dampak Luas bagi Lebak
Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, memberikan apresiasi tinggi terhadap Pembangunan Jalan Desa Lebak ini. Ia menilai bahwa proyek infrastruktur ini memberikan dampak langsung yang sangat positif pada sektor pertanian di wilayahnya. Keberadaan jalan yang baik menghilangkan kebutuhan petani untuk mengeluarkan biaya mobilisasi gabah kering panen.
Hasbi menambahkan bahwa sekitar 200 hektare sawah di Desa Karyajaya sangat bergantung pada akses jalan tersebut untuk distribusi hasil panen. Oleh karena itu, perbaikan jalan ini menjadi krusial dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Lebak secara keseluruhan. Pemkab Lebak sangat menghargai intervensi Pemprov Banten dalam pembangunan infrastruktur desa.
Intervensi ini tidak hanya memperkuat sektor pertanian, tetapi juga berkontribusi pada pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Banten.
Sumber: AntaraNews