Dukung Tuntutan 17+8, PKB Minta Kadernya di Legislatif Gelar Dialog Terbuka
PKB siap mendengarkan tuntutan publik, termasuk “17+8 tuntutan” yang ramai disuarakan di media sosial.
Wakil Ketua Harian DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Riezal Ilham Pratama menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa maupun luka dalam aksi massa yang terjadi sepekan terakhir di berbagai daerah.
PKB, kata dia, berkomitmen membantu warga yang terluka agar mendapat akses perawatan.
“PKB berkomitmen untuk membantu setiap masyarakat yang terluka, masyarakat sipil yang terlibat dalam aksi dan butuh akses kesehatan. Silakan hubungi anggota legislatif dari DPP PKB atau Fraksi PKB agar bisa dibantu,” ujar Riezal dalam jumpa pers di DPP PKB, Rabu (3/9).
Riezal menegaskan, PKB siap mendengarkan tuntutan publik, termasuk “17+8 tuntutan” yang ramai disuarakan di media sosial. Ia menyebut aspirasi tersebut menjadi masukan penting bagi partai.
“Ini suntikan yang sangat positif bagi PKB untuk mendengar apa yang diinginkan publik. DPP PKB berkomitmen mendorong adanya dialog langsung antara fraksi PKB di DPR RI dengan masyarakat sipil pada 5 September mendatang,” katanya.
Riezal memastikan, dialog itu dapat diikuti secara luring maupun daring dengan mendaftar melalui kanal resmi DPP PKB. Selain itu, PKB juga menginstruksikan seluruh fraksinya di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota untuk membuka ruang serupa bagi masyarakat.
“Dengan begitu, kawan-kawan yang ingin menyampaikan aspirasinya bisa mengakses fraksi PKB di DPRD masing-masing,” ungkapnya.
Tolak Kekerasan, Minta Aparat Lebih Humanis
Riezal menegaskan, PKB menolak segala bentuk kekerasan, penjarahan, dan intimidasi dalam aksi massa. Ia meminta semua pihak, khususnya aparat, untuk lebih menahan diri.
“Kami ingin ada evaluasi terhadap apa yang dilakukan aparat keamanan. Penanganan aksi perlu lebih humanis karena sudah jatuh terlalu banyak korban,” tegasnya.
Riezal juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing provokasi dan menghindari perusakan fasilitas publik.
“Mohon menahan diri agar tidak melakukan tindakan perusakan. Jangan terjebak provokasi yang justru merugikan masyarakat sendiri,” pungkasnya.