Sikap Resmi PBB soal Demonstrasi dan Anarkisme: Prioritaskan Dialog Damai
Dalam pernyataan resminya, PBB menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya tujuh orang.
Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (PBB) mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi gelombang aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, yang sayangnya diwarnai oleh tindakan anarkistis dan perusakan fasilitas umum, serta menimbulkan korban jiwa di kalangan masyarakat sipil.
Dalam pernyataan resminya, PBB menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya tujuh orang, di antaranya Affan Kurniawan (pengemudi ojek online), Sarinawati, Syaiful Akbar, Muhammad Akbar Basri (pegawai DPRD Kota Makassar), Rusdamdiansyah (mahasiswa UMI Makassar), Rheza Sendy Pratama (mahasiswa Amikom Yogyakarta), dan Sumari (kusir becak di Solo).
"Semoga Allah SWT menerima amal ibadah mereka, memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, serta menguatkan keluarga yang ditinggalkan dengan kesabaran dan ketabahan,” kata Ketua Umum PBB, Gugum Ridho Putra dalam pernyataan resminya, Kamis (4/9).
PBB juga dijelaskannya mendukung langkah pemerintah melakukan proses hukum yang transparan, objektif, dan akuntabel terhadap semua pihak yang terlibat, baik oknum pelaku kekerasan maupun aparat yang bertugas.
Selain itu, dirinya menegaskan bahwa aparat harus mengedepankan profesionalisme, humanisme, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Selain itu, pentingnya melibatkan semua pihak dalam upaya memulihkan situasi nasional.
"Kita juga mendukung pemerintah mengambil langkah-langkah efektif melibatkan seluruh elemen masyarakat. Yang harus kita lakukan adalah masyarakat umum harus diajak, kita tidak bisa sendiri dan mengedepankan dialog. Penyampaian pendapat harus dipastikan dilakukan secara damai," tegasnya.
Selain itu, PBB juga mengingatkan agar pejabat publik lebih peka terhadap kondisi sosial masyarakat. Gugum menilai, perilaku sebagian oknum pejabat yang kerap memamerkan fasilitas negara justru dapat memicu kecemburuan dan kemarahan publik.
"Pejabat publik harus sadar bahwa jabatan itu amanah. Segala fasilitas yang mereka pegang tidak layak dipamer-pamerkan," ujarnya.
PBB juga disebutnya mengimbau seluruh kader dan simpatisan, khususnya 174 anggota DPRD dari Partai Bulan Bintang, untuk benar-benar menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat.
Gugum juga menekankan bahwa setiap wakil rakyat harus memperhatikan perilaku di ruang publik agar tidak melukai hati masyarakat. Lalu, pentingnya jalur damai dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan bangsa.
"Kami siap menjadi penjembatan aspirasi rakyat untuk menyalurkan kritik dan saran secara konstruktif, serta memperjuangkan pemerintahan yang demokratis, adil, dan berpihak kepada kepentingan umat serta bangsa," katanya.