Dubes Iran Ajak Wali Kota Solo Kerjasama Sister City
Dubes Iran mengunjungi Kota Solo dalam rangka kunjungan kerja.
Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi melakukan kunjungan kerja ke Kota Solo, Rabu (1/4). Kunjungan pertama dilakukan di Balai Kota Solo.
Boroujerdi didampingi Executive Assistant to Iran Ambassador, Ali Pahlevani Rad, Head of Protocol - Iran Embassy, Amir Rostam Dokht dan pendamping dari Kedubes Iran untuk Indonesia, R. Anis menemui Wali Kota Respati Ardi.
Pertemuan berlangsung sekitar satu jam membahas peluang kerja sama di bidang ekonomi, khususnya melalui skema kemitraan antarkota lintas negara.
Kerja Sama Sister City
Kepada Respati, Boroujerdi menawarkan kerja sama dalam bentuk sister city antara Kota Solo dengan salah satu kota di Republik Islam Iran. Skema ini merupakan kemitraan jangka panjang antarwilayah yang umumnya mencakup sektor budaya, pendidikan, perdagangan, hingga pengembangan ekonomi lokal.
“Bisa jadi akan ada kerja sama sister city antara Surakarta (Solo) dengan salah satu kota di Republik Islam Iran,” katanya.
Lanjut Boroujerdi, tawaran tersebut dilatarbelakangi oleh posisi strategis Kota Solo yang menurutnya memiliki nilai penting dari sisi sejarah, peradaban, serta kekuatan budaya yang masih terjaga.
"Solo itu memiliki potensi ekonomi kreatif dan pariwisata yang dapat dikembangkan bersama," ungkapnya.
Bentuk Tim Khusus
Guna menindaklanjuti rencana tersebut, Kedubes Iran akan membentuk tim khusus yang bertugas melakukan kajian awal. Satu di antaranya, termasuk pemetaan kota di Iran yang memiliki kesamaan karakteristik dengan Surakarta.
“Kami akan membentuk tim di Kedutaan Iran untuk menjajaki kota mana di Iran yang memiliki karakteristik serupa, baik dari sisi budaya, sejarah, maupun potensi ekonominya,” ucapnya.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi menyambut baik ajakan Dubes Iran tersebut. Realisasi kerja sama tersebut, lanjut dia, kemungkinan akan dilakukan setelah situasi konflik di Iran mereda, mengingat faktor stabilitas menjadi pertimbangan utama dalam menjalin kemitraan jangka panjang.
Respati menambahkan, kerja sama tahap awal direncanakan akan difokuskan pada sektor pariwisata. Berdasarkan data dari pihak Kedutaan Iran, sekitar 50 ribu wisatawan asal Iran berkunjung ke Indonesia setiap tahun, meskipun sebagian besar masih terpusat di destinasi utama seperti Bali dan Jakarta.
“Jika penerbangan internasional kembali dibuka, Indonesia akan menjadi salah satu tujuan utama. Setelah situasi kondusif, mereka berkomitmen menjalankan misi pariwisata dan ekonomi di Indonesia, khususnya Kota Solo,” pungkasnya.