Disdikbud Kaltim Fasilitasi Ribuan Soal TKA Berstandar Tinggi untuk Pemetaan Kompetensi Siswa
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim memfasilitasi perancangan 1.200 soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) berstandar tinggi, bertujuan mengukur kemampuan pemecahan masalah siswa secara kontekstual di seluruh wilayah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah mengambil langkah signifikan dalam meningkatkan kualitas evaluasi pendidikan. Mereka memfasilitasi perancangan ribuan soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) berstandar tinggi. Inisiatif ini difokuskan untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah siswa secara kontekstual di berbagai jenjang pendidikan.
Kegiatan penting ini melibatkan kolaborasi erat antara guru, pengawas, dan dosen di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Proses perancangan soal TKA ini bertujuan untuk menciptakan instrumen evaluasi yang berkualitas. Hal ini diharapkan mampu memberikan gambaran akurat mengenai kompetensi peserta didik.
Plt. Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menegaskan bahwa validitas soal merupakan elemen krusial. Ini demi mencapai pemetaan kompetensi peserta didik yang akurat dan adil di semua kabupaten maupun kota. Program ini menjadi bagian dari upaya menyeluruh untuk standardisasi asesmen di tingkat provinsi.
Kolaborasi dan Ribuan Soal TKA Berkualitas
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, mengungkapkan bahwa instrumen evaluasi berkualitas ini merupakan hasil kolaborasi intensif. Guru, pengawas, dan dosen bekerja sama merampungkan penyusunan soal. Mereka berupaya keras menghasilkan materi ujian yang relevan dan menantang.
Kegiatan ini berhasil merampungkan penyusunan dan telaah terhadap 1.200 butir soal. Ribuan soal TKA ini ditujukan untuk jenjang kelas VI dan kelas IX di seluruh Kalimantan Timur. Jumlah soal yang besar ini menunjukkan komitmen Disdikbud Kaltim dalam menyediakan asesmen yang komprehensif.
Armin, yang berpengalaman dalam penyusunan soal, menekankan pentingnya pemahaman mendalam. Penyusun soal TKA harus memahami karakter materi agar mampu mengukur kemampuan siswa secara komprehensif. Ini memastikan setiap soal memiliki dasar pedagogis yang kuat.
Mengedepankan Nalar Kritis dengan HOTS
Penyusunan naskah ujian kali ini menitikberatkan pada konsep Higher Order Thinking Skills (HOTS). Pendekatan ini bertujuan agar para siswa terlatih menggunakan nalar kritis. Mereka diharapkan mampu menghadapi situasi nyata dan memecahkan masalah kompleks.
Konsep HOTS dalam soal TKA ini tidak hanya mengukur kemampuan dasar seperti berhitung atau membaca. Lebih dari itu, soal-soal ini dirancang untuk menguji kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan persoalan hidup yang kontekstual. Ini sesuai dengan harapan Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Kaltim, Surasa.
Tim penelaah juga melakukan penyaringan ketat terhadap soal TKA. Mereka memastikan seluruh konten naskah dan gambar steril dari unsur sensitif. Isu seperti kekerasan, perundungan, serta SARA dihindari demi menjaga integritas dan netralitas ujian.
Validitas dan Standardisasi Mutu Pendidikan
Validitas soal merupakan elemen krusial dalam upaya pemetaan kompetensi peserta didik yang akurat dan adil. Armin menegaskan bahwa ini berlaku di seluruh kabupaten maupun kota di Kaltim. Soal TKA yang valid akan memberikan hasil yang dapat dipercaya untuk evaluasi.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Kaltim, Surasa, berharap soal-soal ini tidak hanya mengukur kemampuan berhitung atau membaca. Ia menyatakan, “Kami berharap soal-soal ini tidak hanya mengukur kemampuan berhitung atau membaca, tetapi juga menguji kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan persoalan hidup yang kontekstual.” Ini menunjukkan fokus pada relevansi praktis.
Langkah standardisasi asesmen di tingkat provinsi ini diharapkan mampu meminimalisir kesenjangan mutu pendidikan. Kesenjangan ini selama ini menjadi tantangan serius di wilayah Kalimantan Timur. Melalui soal TKA yang terstandar, diharapkan semua siswa mendapatkan evaluasi yang setara.
Sumber: AntaraNews