Ribuan Siswa SMP di Bengkayang Ikuti Tes Kompetensi Akademik Berbasis Komputer
Lebih dari 4.000 siswa SMP di Kabupaten Bengkayang mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) berbasis komputer, menjadi evaluasi penting untuk peningkatan mutu pendidikan daerah.
Sebanyak 4.392 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, tercatat mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) Tahun 2026. Ujian ini dilaksanakan secara berbasis komputer di berbagai satuan pendidikan guna mengukur capaian hasil belajar siswa. Pelaksanaan TKA ini menjadi instrumen penting bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi efektivitas proses pendidikan.
Kegiatan TKA ini tidak hanya melibatkan jenjang SMP, tetapi juga diikuti oleh 5.004 siswa dari 264 Sekolah Dasar (SD) di wilayah tersebut. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono, menyoroti pentingnya TKA sebagai alat ukur objektif kemampuan akademik. Hasil dari tes ini diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai literasi dan numerasi peserta didik.
Sebelum pelaksanaan ujian utama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang telah menggelar geladi bersih untuk memastikan kesiapan teknis. Langkah ini diambil untuk menjamin seluruh sistem berjalan lancar, sehingga para siswa dapat mengikuti ujian dengan tenang dan tanpa hambatan teknis yang berarti.
Persiapan Matang dan Kesiapan Teknis Pelaksanaan TKA
Heru Pujiono, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, secara langsung memantau geladi bersih TKA di SD Negeri 01 Monterado. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan seluruh aspek teknis ujian telah siap. Kesiapan ruang ujian, perangkat komputer, stabilitas jaringan internet, serta aplikasi ujian menjadi fokus utama pengecekan.
Dalam kesempatan tersebut, Heru juga berdialog intensif dengan panitia sekolah, proktor, dan teknisi yang terlibat. Diskusi ini penting untuk memastikan seluruh prosedur pelaksanaan ujian dipahami dengan baik. Pemahaman menyeluruh tentang prosedur adalah kunci kelancaran TKA.
Geladi bersih ini merupakan momentum krusial untuk mengidentifikasi potensi kendala teknis sebelum ujian utama berlangsung. Dengan persiapan yang matang, diharapkan pelaksanaan TKA dapat berjalan optimal. Hal ini akan mendukung siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka tanpa gangguan.
Partisipasi Sekolah dan Moda Pelaksanaan Ujian
Data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang menunjukkan partisipasi luas dari berbagai jenjang pendidikan. Untuk jenjang SMP, tercatat 86 sekolah mengikuti TKA tahun ini. Mayoritas sekolah, yaitu 84, melaksanakan ujian secara mandiri.
Satu sekolah SMP lainnya menumpang di satuan pendidikan yang memiliki fasilitas memadai untuk pelaksanaan TKA. Hal ini menunjukkan komitmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam memastikan semua siswa memiliki kesempatan mengikuti tes. Adaptasi ini penting mengingat beragamnya infrastruktur antar sekolah.
Dari sisi moda pelaksanaan, sebagian besar sekolah telah mengadopsi sistem berbasis daring. Sebanyak 75 SMP melaksanakan ujian dengan moda daring penuh. Sementara itu, 10 sekolah lainnya menggunakan sistem semi-daring, disesuaikan dengan kondisi infrastruktur serta jaringan internet di wilayah masing-masing.
TKA sebagai Instrumen Peningkatan Mutu Pendidikan Daerah
Heru Pujiono menegaskan bahwa TKA merupakan instrumen vital untuk mengukur capaian hasil pembelajaran siswa secara objektif. Tes ini juga berfungsi mengevaluasi efektivitas proses pendidikan yang berlangsung di sekolah. Hasil TKA akan memberikan gambaran nyata tentang kualitas pendidikan di Bengkayang.
Melalui TKA, pemerintah daerah dapat memperoleh data objektif mengenai kemampuan akademik peserta didik, khususnya dalam aspek literasi dan numerasi. Data ini sangat berharga untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Pemahaman ini akan mendukung penyusunan strategi pendidikan yang lebih tepat sasaran.
Heru berharap pelaksanaan TKA 2026 yang telah dipersiapkan secara matang ini dapat berjalan lancar. Data akademik yang akurat dari TKA akan menjadi dasar perencanaan yang kuat. Hal ini krusial untuk peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bengkayang di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews