Pemerintah Kaji Pembangunan Pengamanan Atasi Abrasi Pantai Kura-kura Bengkayang
Pemerintah pusat serius mengkaji pembangunan infrastruktur pengamanan untuk mengatasi abrasi Pantai Kura-kura di Bengkayang, Kalimantan Barat, yang mengancam pariwisata dan ekonomi lokal, serta membutuhkan dukungan penuh.
Pemerintah pusat tengah melakukan kajian mendalam terkait pembangunan infrastruktur pengamanan pantai di kawasan wisata Pantai Kura-kura, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Kajian ini merupakan respons atas ancaman abrasi yang terus-menerus menggerus garis pantai dan berpotensi merusak aktivitas masyarakat serta sektor pariwisata setempat. Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan perhatian serius pemerintah terhadap kebutuhan penanganan abrasi ini.
Herzaky Mahendra Putra secara langsung meninjau kondisi di lapangan, mendengarkan aspirasi masyarakat Desa Karimunting, Bengkayang, pada Minggu lalu. Berbagai masukan dan kebutuhan yang berhasil dihimpun dalam kunjungan tersebut akan segera dikomunikasikan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi perhatian utama pemerintah pusat dalam mencari solusi efektif.
Masyarakat setempat mengusulkan pembangunan struktur pengamanan pantai sepanjang sekitar 600 meter sebagai upaya mitigasi dampak abrasi yang terus terjadi. Usulan ini didasari oleh pengalaman abrasi parah pada Desember 2022, di mana gelombang tinggi dan pasang laut menyebabkan pengikisan pantai hingga 10-15 meter. Kondisi tersebut tidak hanya mengancam kawasan pesisir dan permukiman, tetapi juga keberlangsungan ekonomi warga yang bergantung pada sektor pariwisata.
Ancaman Abrasi dan Dampaknya pada Kawasan Pesisir
Abrasi di Pantai Kura-kura telah menjadi persoalan tahunan yang dihadapi masyarakat Bengkayang, khususnya saat musim gelombang tinggi dan cuaca ekstrem. Kepala Desa Karimunting, Iskandar, mengungkapkan bahwa pasir pantai banyak terkikis dan terbawa arus, bahkan air laut sering masuk hingga ke area warung milik warga. Fenomena ini secara signifikan mengganggu kehidupan sehari-hari dan mata pencarian penduduk.
Data di lapangan menunjukkan bahwa abrasi serius terjadi pada Desember 2022, menyebabkan hilangnya garis pantai sepanjang 10 hingga 15 meter. Kerusakan ini berpotensi mengancam permukiman warga yang berada di dekat pesisir, serta infrastruktur pendukung pariwisata. Tanpa penanganan yang memadai, dampak abrasi dapat meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat.
Kondisi geografis Pantai Kura-kura yang rentan terhadap gelombang tinggi menjadikannya salah satu titik rawan abrasi di Kalimantan Barat. Perlindungan kawasan pesisir menjadi krusial tidak hanya untuk menjaga lingkungan, tetapi juga untuk mempertahankan keberlanjutan aktivitas ekonomi. Upaya mitigasi jangka panjang sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat hidup tenang dan beraktivitas tanpa ancaman abrasi.
Potensi Ekonomi Pariwisata yang Terancam
Pantai Kura-kura diakui sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bengkayang, memiliki peran vital dalam menggerakkan perekonomian lokal. Herzaky Mahendra Putra menekankan bahwa pantai ini adalah sumber penghidupan bagi banyak warga setempat. Aktivitas pariwisata di sini mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM) serta menciptakan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat sekitar.
Keindahan alam Pantai Kura-kura menarik wisatawan, sehingga menjadikannya aset berharga bagi daerah. Namun, ancaman abrasi secara langsung berdampak pada daya tarik wisata dan infrastruktur pendukungnya. Jika tidak segera ditangani, abrasi dapat mengurangi jumlah pengunjung dan pada akhirnya melemahkan sektor pariwisata yang menjadi andalan ekonomi.
Oleh karena itu, perlindungan kawasan pesisir dari abrasi bukan hanya tentang menjaga keindahan alam, tetapi juga tentang mempertahankan roda ekonomi masyarakat. Keberlanjutan pariwisata di Pantai Kura-kura sangat bergantung pada upaya konservasi dan pembangunan infrastruktur pengamanan yang efektif. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan warga Bengkayang.
Harapan dan Dukungan Pemerintah Daerah
Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal, menyatakan bahwa dukungan dari pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk penanganan abrasi di Pantai Kura-kura. Penanganan masalah abrasi memerlukan anggaran dan infrastruktur yang cukup besar, yang sulit dipenuhi hanya dengan sumber daya daerah. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan proyek ini.
Syamsul Rizal juga menegaskan bahwa Pantai Kura-kura adalah aset daerah yang penting, sehingga perlindungan kawasan pesisir merupakan bagian dari upaya menjaga aset tersebut sekaligus mendukung perekonomian masyarakat. Pemerintah daerah berharap usulan pembangunan pengamanan pantai dapat segera memperoleh perhatian serius dari pusat.
Realisasi pembangunan infrastruktur pengamanan pantai diharapkan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan adanya perlindungan yang memadai, kawasan pesisir akan lebih aman, dan sektor pariwisata dapat terus berkembang. Hal ini akan memberikan kepastian bagi masyarakat untuk melanjutkan aktivitas ekonomi mereka dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews