Penguatan Sektor Pertanian Bengkayang: Kunci Ekonomi Daerah dan Swasembada Pangan
Bupati Sebastianus Darwis menegaskan komitmen Pemkab Bengkayang dalam Penguatan Sektor Pertanian Bengkayang sebagai penopang ekonomi utama, sekaligus mendukung swasembada pangan nasional.
Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pertanian. Langkah ini bertujuan sebagai penopang utama perekonomian lokal dan mendukung program swasembada pangan nasional. Pernyataan ini disampaikan Darwis di Bengkayang pada Sabtu, 9 Mei.
Penguatan Sektor Pertanian Bengkayang ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Pemerintah Kabupaten Bengkayang bertekad mengembangkan komoditas pertanian secara terintegrasi dan terarah. Tujuannya untuk memperluas jangkauan pemasaran hasil pertanian daerah.
Visi pembangunan Kabupaten Bengkayang adalah mewujudkan daerah yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. Hal ini dicapai melalui penguatan ekonomi yang kokoh dan inklusif. Sektor pertanian menjadi pilar utama dalam mencapai visi tersebut.
Kontribusi Vital Sektor Pertanian bagi PDRB Bengkayang
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan merupakan salah satu sektor strategis di Kabupaten Bengkayang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, sektor ini memberikan kontribusi signifikan. Kontribusinya mencapai 33 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.
Komoditas unggulan daerah yang menjadi penopang utama sektor ini sangat beragam. Beberapa di antaranya adalah kelapa sawit, kelapa, lada, serta berbagai jenis buah-buahan dan sayuran. Selain itu, padi dan jagung juga menjadi komoditas penting yang menopang ekonomi lokal.
Tingginya kontribusi ini menunjukkan betapa krusialnya Penguatan Sektor Pertanian Bengkayang. Upaya pengembangan komoditas ini menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi. Ini juga penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Produktivitas Jagung dan Padi yang Mengesankan
Data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bengkayang tahun 2025 menunjukkan capaian produksi yang membanggakan. Luas tanam jagung di daerah tersebut mencapai 24.126 hektare dengan luas panen 25.507 hektare.
Produktivitas jagung di Bengkayang mencapai 45,05 kuintal per hektare. Dengan angka tersebut, total produksi jagung pipilan kering berhasil mencapai 113.006 ton. Angka ini mencerminkan potensi besar dalam Penguatan Sektor Pertanian Bengkayang.
Untuk komoditas padi, luas tanam tercatat mencapai 19.939 hektare dengan luas panen 21.137 hektare. Produktivitas padi mencapai 31,05 kuintal per hektare, dengan total produksi 65.625 ton gabah kering giling.
Pengembangan komoditas unggulan ini, khususnya di kawasan perbatasan Jagoi Babang, memiliki dampak luas. Diharapkan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat, mengurangi pengangguran, dan menekan angka kemiskinan.
Peluang Ekspor dan Revitalisasi Infrastruktur Pertanian
Kebutuhan pangan saat ini menjadi isu strategis di tengah berbagai tantangan global. Pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, dan dinamika geopolitik global menuntut pemerintah daerah untuk terus berinovasi. Peningkatan luas tanam, produktivitas, dan produksi pertanian menjadi prioritas utama.
Rencana pembukaan kembali Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang dinilai sebagai peluang strategis. Bupati Sebastianus Darwis menyebutkan bahwa ini akan mendorong ekspor hasil pertanian ke negara tetangga. Peluang ini memperkuat urgensi Penguatan Sektor Pertanian Bengkayang.
Untuk mendukung potensi ekspor, revitalisasi sarana dan prasarana penunjang sangat diperlukan. Ini mencakup jalan raya, jembatan, gudang, dan cold storage. Selain itu, perizinan, pembiayaan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan ekonomi petani yang berorientasi ekspor juga menjadi fokus.
Pemerintah daerah juga mendorong pembangunan kawasan pertanian terintegrasi dan ramah lingkungan berbasis korporasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Selain itu, pengembangan pertanian juga berpotensi diintegrasikan dengan sektor pariwisata melalui agrowisata dan ekowisata, terutama di wilayah dengan potensi perkebunan dan wisata alam.
Sinergi dan Dukungan untuk Petani Bengkayang
Bupati Sebastianus Darwis mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui APBD 2026. Dukungan ini berupa bantuan benih jagung sebanyak 2.250 kilogram untuk lahan seluas 150 hektare serta bantuan benih padi sebanyak 7.500 kilogram bagi masyarakat perbatasan di sejumlah desa di Kecamatan Jagoi Babang.
Apresiasi juga diberikan kepada kelompok tani yang terus mengembangkan usaha pertanian di wilayah perbatasan. Mereka menghadapi berbagai tantangan, termasuk infrastruktur dan pemasaran. Namun, semangat mereka tetap tinggi dalam mendukung Penguatan Sektor Pertanian Bengkayang.
Pemerintah pusat diharapkan dapat terus meningkatkan dukungan anggaran pembangunan daerah. Dukungan ini harus disertai pembinaan dan pengawasan optimal agar pengembangan sektor pertanian berjalan efektif dan berkelanjutan. Sinergi antara organisasi perangkat daerah, pemangku kepentingan, dan penyuluh pertanian sangat penting.
Para penyuluh pertanian lapangan diharapkan terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait teknologi pertanian inovatif. Mereka juga perlu memperkuat pendampingan kepada petani dan kelompok tani. Peran penyuluh sangat vital dalam mendorong kemajuan sektor ini.
Sumber: AntaraNews