Polres Bengkayang Tanam Jagung 11,95 Ha, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Polres Bengkayang tanam jagung serentak di 13 kecamatan seluas 11,95 hektare, wujud komitmen Polri mendukung program ketahanan pangan nasional dan swasembada pangan.
Polres Bengkayang, Kalimantan Barat, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan tanam raya jagung. Inisiatif ini dilaksanakan secara serentak pada kuartal I tahun 2026, mencakup lahan seluas 11,95 hektare di berbagai wilayah Kabupaten Bengkayang. Kapolres Bengkayang, Syahirul Awab, menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian integral dari strategi Polri untuk meningkatkan produktivitas komoditas pertanian daerah.
Kegiatan penanaman jagung ini tidak hanya melibatkan jajaran kepolisian, tetapi juga berkolaborasi erat dengan pemerintah daerah, TNI, serta partisipasi aktif dari masyarakat setempat. Sinergi ini bertujuan untuk mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya dalam mengoptimalkan produksi jagung di Kabupaten Bengkayang. Lokasi utama penanaman berada di Desa Magmagan Karya, Kecamatan Lumar, dengan total 13 kecamatan turut serta dalam program ini.
Target ambisius telah ditetapkan oleh Mabes Polri untuk Polres Bengkayang, yaitu penanaman jagung seluas 1.500 hektare sepanjang tahun 2026. Hingga saat ini, sekitar 28 persen atau 428 hektare dari target tersebut telah berhasil ditanami, menunjukkan progres signifikan dalam upaya mencapai tujuan ketahanan pangan. Penanaman akan terus dilakukan secara bertahap dengan menjaga kualitas hasil panen.
Dukungan Polri untuk Swasembada Pangan Nasional
Polres Bengkayang secara aktif mengimplementasikan program tanam jagung serentak sebagai respons terhadap arahan Mabes Polri dalam mendukung ketahanan pangan. Kegiatan ini mencakup penanaman di lahan milik warga, dengan satu hektare di Desa Magmagan Karya sebagai lokasi utama. Total 11,95 hektare lahan di 13 kecamatan di Kabupaten Bengkayang telah ditanami dalam fase awal ini.
Kapolres Syahirul Awab mengungkapkan bahwa target penanaman jagung yang diberikan Mabes Polri kepada Polres Bengkayang untuk tahun 2026 adalah 1.500 hektare. Pencapaian saat ini yang telah mencapai sekitar 428 hektare, atau 28 persen dari target, menunjukkan komitmen serius Polres dalam menjalankan mandat tersebut. Proses penanaman akan terus berlanjut secara bertahap, dengan fokus pada kualitas hasil panen.
Inisiatif ini merupakan langkah konkret Polri dalam berkontribusi pada program swasembada pangan nasional, memastikan ketersediaan bahan pangan yang cukup bagi masyarakat. Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan program ini dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi sektor pertanian di Bengkayang.
Peran Bhabinkamtibmas dan Bantuan Alsintan
Jajaran kepolisian, khususnya melalui Bhabinkamtibmas, memiliki peran strategis sebagai Bintara Penggerak Ketahanan Pangan. Mereka secara aktif berkoordinasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan para penyuluh pertanian untuk memberikan pendampingan kepada petani. Pendampingan ini meliputi sosialisasi, pengawasan, dan dukungan teknis yang diperlukan.
Tujuan utama dari pendampingan ini adalah untuk membantu petani meningkatkan produksi jagung dan memastikan hasil panen yang optimal. Dengan adanya bimbingan dari Bhabinkamtibmas dan penyuluh, petani diharapkan dapat menerapkan praktik pertanian yang lebih baik dan efisien. Ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat petani.
Selain pendampingan, Polres Bengkayang juga menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada para petani. Bantuan alsintan ini krusial untuk modernisasi pertanian, mengurangi beban kerja petani, dan secara signifikan meningkatkan produktivitas sektor pertanian di daerah. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses tanam dan panen, serta menekan biaya produksi.
Kontribusi Bengkayang dan Dukungan Program Pemerintah
Kabupaten Bengkayang telah menunjukkan performa yang membanggakan dalam kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional. Pada tahun 2025, daerah ini tercatat sebagai penyumbang serapan jagung tertinggi ke Perum Bulog di antara Polres lain di wilayah Polda Kalimantan Barat. Capaian ini menunjukkan potensi besar Bengkayang dalam mendukung pasokan pangan nasional.
Untuk tahun 2026, luas tanam yang dicapai oleh Polres Bengkayang juga masih menjadi yang tertinggi dibandingkan Polres lainnya di jajaran Polda Kalbar. Kapolres Syahirul Awab berharap prestasi ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras dan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat petani.
Lebih lanjut, Kapolres juga mengajak masyarakat untuk aktif mendukung program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dijalankan di berbagai daerah. Harapannya, kebutuhan bahan pangan untuk program MBG dapat dipenuhi dari hasil produksi masyarakat Bengkayang sendiri, sehingga tidak hanya mendukung program nasional tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Sumber: AntaraNews