Produktivitas Jagung Bengkulu Melonjak 8,83 Ton per Hektare, Lampaui Rata-rata Nasional!
Produktivitas Jagung Bengkulu berhasil melampaui rata-rata nasional pada tahun 2024, mencapai 8,83 ton per hektare. Simak bagaimana provinsi ini mencapai capaian luar biasa dan dukungan program ketahanan pangan!
Provinsi Bengkulu menunjukkan capaian luar biasa dalam sektor pertanian, khususnya pada komoditas jagung. Produktivitas hasil pertanian jagung di Bumi Merah Putih ini berhasil melampaui rata-rata produksi nasional pada tahun 2024. Pencapaian ini menjadi bukti potensi besar Bengkulu dalam mendukung program ketahanan pangan.
Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menyatakan bahwa produktivitas jagung di daerahnya sangat baik, bahkan melebihi standar nasional. Pada tahun 2024, produktivitas jagung Bengkulu tercatat mencapai 8,83 ton per hektare. Angka ini jauh di atas rata-rata nasional yang hanya berada di angka 8,04 ton per hektare.
Capaian impresif ini diumumkan oleh Wakil Gubernur Mian di Bengkulu pada hari Minggu, 28 September. Data tahun 2024 menunjukkan total produksi jagung di Bengkulu mencapai 85.055 ton dari luas panen 9.861 hektare. Mian optimistis bahwa produksi jagung di Bengkulu akan kembali mencatatkan hasil tinggi pada tahun 2025.
Capaian Produktivitas dan Potensi Pertanian Bengkulu
Data terbaru dari tahun 2024 mengonfirmasi keunggulan produktivitas jagung di Provinsi Bengkulu. Dengan angka 8,83 ton per hektare, Bengkulu berhasil mengungguli rata-rata produktivitas jagung nasional yang berada di angka 8,04 ton per hektare. Angka ini menunjukkan efektivitas budidaya jagung di wilayah tersebut.
Wakil Gubernur Mian menjelaskan bahwa kontur tanah di Bengkulu sangat mendukung keberhasilan program ketahanan pangan. Hal ini sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto yang menjadikan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional.
Provinsi Bengkulu memiliki potensi besar dalam penyediaan pangan, didukung oleh beberapa faktor kunci. “Provinsi Bengkulu mempunyai potensi besar dalam penyediaan pangan. Potensi besar dari sisi ketersediaan lahan, tenaga kerja, budaya bertani, serta iklim dan curah hujan yang mendukung,” ujar Mian.
Ketersediaan lahan yang luas, tenaga kerja yang memadai, budaya bertani yang kuat, serta iklim dan curah hujan yang mendukung menjadi modal utama. Faktor-faktor ini secara sinergis berkontribusi pada tingginya produktivitas jagung Bengkulu dan komoditas pertanian lainnya.
Dukungan Program Ketahanan Pangan Nasional
Peningkatan produktivitas jagung Bengkulu juga didukung oleh berbagai program pemerintah pusat. Salah satunya adalah Program Senator Peduli Pangan yang diluncurkan oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).
Program ini digelar di empat provinsi di Indonesia, dengan Provinsi Bengkulu menjadi salah satu lokasi peluncurannya. Ketua DPD RI, Sultan B. Najamuddin, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud dukungan terhadap Visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang dipertegas melalui Pidato bersejarahnya dalam Sidang Majelis Umum PBB kemarin telah menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah salah satu prioritas pembangunan nasional Indonesia,” kata Sultan B. Najamuddin.
Dalam mendukung program ini, Provinsi Bengkulu menerima bantuan signifikan berupa lima unit traktor tangan, pupuk, dan benih jagung. Bantuan benih jagung tersebut dialokasikan untuk 3.000 hektare lahan di Kabupaten Bengkulu Tengah, menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan produktivitas jagung Bengkulu.
Wakil Gubernur Mian mengaku optimistis program ketahanan pangan, termasuk penanaman jagung yang diluncurkan DPD RI di Desa Taba Lagan, akan berjalan sukses. Diharapkan program ini dapat menambah produktivitas jagung Bengkulu dan mencapai target yang ditetapkan pemerintah pusat.
Sumber: AntaraNews