Diperintah Prabowo, TNI Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza
TNI memastikan kesiapan penuh untuk menjalankan perintah Presiden Prabowo Subianto terkait kemungkinan pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) memastikan kesiapan penuh untuk menjalankan perintah Presiden Prabowo Subianto terkait kemungkinan pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza, bila dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Mesir tercapai kesepakatan damai dan Indonesia diminta ikut berpartisipasi.
Instruksi tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Minggu (12/10/2025) malam, sebelum bertolak menghadiri KTT Perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh, Mesir, Senin (13/10).
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah menegaskan bahwa TNI siap menjalankan setiap kebijakan dan keputusan politik negara, termasuk instruksi langsung dari Presiden.
“Sebagai alat pertahanan negara, TNI senantiasa siap melaksanakan setiap kebijakan dan keputusan politik negara, termasuk yang disampaikan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,” kata Freddy kepada wartawan, Selasa (14/10).
Menurutnya, permintaan Presiden mencerminkan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam perdamaian dan kemanusiaan global, khususnya bagi rakyat Palestina. Hal ini juga sejalan dengan tugas pokok TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sesuai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025, yakni melaksanakan misi perdamaian dunia di bawah kebijakan politik luar negeri pemerintah.
“Dengan dasar itu, TNI menegaskan kesiapannya untuk berkontribusi dalam misi perdamaian di Gaza, bila nanti mendapat mandat resmi dari Pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” tegasnya.
Freddy menjelaskan, TNI memiliki pengalaman dan kemampuan operasional tinggi melalui keterlibatan Kontingen Garuda (KONGA) di berbagai misi PBB di Timur Tengah, Afrika, dan kawasan lain. Indonesia bahkan menjadi kontributor terbesar dari ASEAN dalam misi perdamaian PBB.
“Secara teknis, TNI sedang melakukan kajian awal terhadap kesiapan operasional, logistik, dan personel untuk mendukung kemungkinan pengerahan pasukan ke Gaza,” jelasnya.
“Semua langkah dilakukan secara terukur, profesional, dan terkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, serta instansi terkait lainnya,” tambahnya.
Freddy menegaskan, prinsip TNI dalam setiap misi internasional adalah “dari Indonesia untuk perdamaian dunia”, sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif dan visi Presiden Prabowo untuk menjadikan Indonesia penengah serta penjaga stabilitas global.
“TNI mendukung penuh kebijakan Presiden dan keputusan politik luar negeri pemerintah. Siap secara profesional melaksanakan misi perdamaian di bawah bendera PBB,” ujarnya.
“Akan bertindak sesuai mandat resmi, prosedur internasional, dan semangat kemanusiaan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo telah meminta TNI untuk mulai menyiapkan pasukan perdamaian jika KTT di Mesir menghasilkan kesepakatan positif bagi Gaza.
“Kalau memang tercapai kesepakatan ke arah yang baik dan salah satu konsekuensinya Indonesia diminta ikut serta mengirimkan pasukan perdamaian, maka TNI harus siap,” kata Prasetyo.
“Presiden juga telah meminta Wakil Panglima TNI untuk mulai mempersiapkan diri. Manakala dibutuhkan, kita sudah siap,” tambahnya.