Prabowo Siap Kirim 8.000 Prajurit TNI dalam Pasukan ISF, Jaga Perdamaian Jalur Gaza

Dalam pertemuan Dewan Perdamaian, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia yang kuat untuk mendukung upaya perdamaian di Palestina.

Muhammad Radityo Priyasmoro
Prabowo Siap Kirim 8.000 Prajurit TNI dalam Pasukan ISF, Jaga Perdamaian Jalur Gaza
Trump–Prabowo Teken Perjanjian Dagang Bersejarah di Washington DC (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Indonesia bakal mengirimkan ribuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke jalur Gaza. Setidaknya hal itu yang diungkapkan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat perdana negara anggota Board of Peace (BoP) di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2).

Pengiriman sebanyak 8.000 TNI itu sebagai kontribusi Indonesia dalam pembentukan International Stabilization Force (ISF).

"Kami menegaskan kembali, komitmen untuk berkontribusi melalui pengerahan sejumlah besar pasukan (TNI), hingga 8.000 personel atau lebih apabila diperlukan. Kami siap mengerahkan pasukan untuk berpartisipasi secara aktif dalam International Stabilisation Force (ISF) guna memastikan perdamaian dapat terwujud dan berjalan secara efektif," tegas Prabowo seperti dikutip dari siaran pers, Jumat (20/2).

Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia siap menjadi negara yang berdiri di garis depan dalam memperjuangkan perdamaian. Hal ini dilakukan dengan menggabungkan prinsip-prinsip kemanusiaan, tanggung jawab global, serta kepemimpinan yang berani bertindak.

Selain itu, Prabowo juga menyampaikan keyakinannya terkait tantangan yang dihadapi dalam proses perdamaian dapat diatasi melalui komitmen kolektif dari negara-negara anggota BoP, dengan tujuan mencapai perdamaian yang langgeng di Palestina serta solusi damai yang adil dan berkelanjutan untuk masyarakat di Gaza.

"Visi tentang perdamaian yang nyata ini akan tercapai. Akan ada berbagai tantangan, namun kita akan mampu mengatasinya. Kita akan mewujudkan impian kita akan perdamaian di Palestina, perdamaian yang bertahan lama serta solusi damai bagi persoalan Palestina, termasuk di Gaza," ujar Prabowo.

Prabowo juga memberikan apresiasi terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah dicapai, yang dianggap sebagai langkah konkret menuju stabilisasi kawasan.

Dia mendorong agar momentum ini dipertahankan melalui langkah-langkah nyata yang dapat memastikan keamanan dan pemulihan pascakonflik berjalan dengan efektif.

"Tercapainya gencatan senjata merupakan langkah nyata yang patut diapresiasi, dan untuk itu kami menyampaikan penghargaan atas capaian tersebut," ujar Prabowo.

Dengan komitmen dan kerja sama yang kuat, Prabowo optimis bahwa perdamaian yang diimpikan dapat terwujud, serta masyarakat Palestina dapat menikmati kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Rekomendasi