Diduga Jual 3 Anak Kandung, Pria di Makassar Polisikan Istrinya
Sang suami curiga saat ia menyadari beberapa anaknya tidak lagi berada di rumah.
Seorang warga Makassar bernama Anto (40) melaporkan istrinya inisial MT (38) ke Polda Sulawesi Selatan.
Pelaporannya itu terkait kasus perdagangan manusia. Anto menuding istrinya menjual tiga anaknya dan satu keponakannya kepada orang lain.
Dia mengungkapkan memiliki lima anak. Terdiri dari tiga anak kandung dari pernikahannya dengan MT dan dua anak sambung.
Anto mulai curiga saat ia menyadari beberapa anaknya tidak lagi berada di rumah. Salah satunya adalah bayi yang masih berusia 3 bulan tidak diketahui keberadaannya.
"Saya dapat informasi dari istri saya kalau anak sambung saya, AI, itu sudah dijual dengan mertua saya," ungkapnya.
Anto juga mengaku memperoleh informasi dari Ketua RT setempat terkait anak kandungnya AZ. Ia mengatakan, sejak masih dalam kandungan, bayi tersebut diduga sudah dipesan oleh seseorang dengan uang panjar sebesar Rp 1,8 juta.
"Saya tahu dari pak RT, katanya waktu anak saya masih dalam kandungan sudah ada yang panjar Rp 1,8 juta. Saya dengar dari pak RT, yang sudah panjar datang (setelah bayinya lahir) dan cekcok karena bayi belum diberikan," katanya.
Kecurigaan semakin menguat ketika anaknya yang lain, berinisial AS, tidak pernah ditemui selama sekitar dua bulan terakhir. Anto menduga anak tersebut juga mengalami hal serupa.
"AS ini menurut saya dia juga sudah dijual karena sudah tidak pernah datang lagi, ada dua bulan saya tidak pernah ketemu dengan anak saya," tambahnya.
Tak hanya itu, Anto juga mengungkap adanya dugaan serupa pada bayi dari keluarga iparnya. Ia menyebut bayi tersebut langsung diambil seseorang setelah dilahirkan dengan nilai transaksi sekitar Rp 8 juta.
"Istri saya bilang waktu melahirkan iparnya itu, bayinya juga langsung ada yang ambil dan sudah dibayar Rp 8 juta," ungkapnya.
Dalih Istri Pamit ke Rumah Ortu karena Sakit
Sebelum kejadian ini terungkap, MT sempat berpamitan untuk pergi ke rumah orang tuanya dengan alasan menghindari sakit saat musim hujan.
Namun, setelah lebih dari sepekan, ia tidak kunjung kembali. Saat Anto mendatangi rumah mertuanya, ia mendapati istri dan anak-anaknya sudah tidak berada di sana.
"Saya sudah desak pulang, tapi tidak mau. Saya datang ke rumah mertua, tapi istri dan anak-anak saya sudah tidak ada," tuturnya.
Atas kejadian tersebut, Anto kemudian melaporkan istrinya ke Polda Sulawesi Selatan pada 2 Maret 2026 dengan nomor laporan LP/B/248/III/2026/SPKT/POLDA SULAWESI SELATAN. Hingga kini, ia berharap keberadaan anak-anaknya segera terungkap dan dapat kembali dengan selamat.
Kasubdit II Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Sulsel, Komisaris Zaki Sungkar membenarkan laporan yang dilayangkan oleh Anto. Dia menyebut saat ini pihaknya telah melakukan penyelidikan mendalam dan mendapatkan titik terang.
"Iya betul, kami belum bisa memberikan keterangan banyak, biarkan kami kerja maksimal dulu, kami tidak ingin pelaku menyembunyikan (korban) dan kabur," kata Zaki.