Tega! Sri Yuliana Pelaku Utama Penculikan Bilqis Jual 3 dari 5 Anak Kandungnya
Sri Yuliana alias Ana (30) tidak hanya terlibat dalam penjualan Bilqis, tetapi juga diduga pernah menjual tiga dari lima anaknya sendiri.
Polisi masih melakukan pencarian terhadap tiga anak kandung Sri Yuliana alias Ana (30), yang merupakan tersangka utama dalam kasus penculikan Bilqis (4). Hingga saat ini, ketiga anak tersebut belum ditemukan dan diduga telah dijual oleh ibu mereka sebelum terungkapnya kasus Bilqis.
Kombes Didik Supranoto, Kabid Humas Polda Sulsel, menyatakan bahwa penyidik terus mengembangkan kasus ini. Polda Sulsel kini berkolaborasi dengan Bareskrim Polri untuk menyelidiki jaringan penjualan anak yang diduga melibatkan Sri Yuliana.
"Polda masih terus melakukan pengembangan. Dari hasil pemeriksaan, kasus seperti ini bukan yang pertama kali. Kami juga berkoordinasi dengan Bareskrim untuk menelusuri jaringan dan mencari korban lainnya," ujar Didik di Makassar, Rabu (12/11).
Didik menambahkan bahwa tim siber Polda Sulsel dan Mabes Polri sedang melacak akun media sosial yang digunakan oleh para tersangka untuk melakukan transaksi. Polisi menemukan adanya pola komunikasi antara pelaku dengan pihak lain yang diduga terlibat dalam praktik jual-beli anak dengan modus adopsi.
"Mereka menggunakan akun penjualan di media sosial. Akun-akun itu kini sedang diperiksa dan dilacak oleh tim siber bersama Bareskrim," jelas Didik.
Sebelumnya, Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengungkapkan bahwa dua tersangka lainnya, yang berinisial MA dan AS, mengaku telah menjual sembilan bayi dan satu balita melalui praktik adopsi ilegal. Polisi menduga bahwa Sri Yuliana memiliki keterkaitan dengan jaringan yang sama.
"Penyelidikan terus dilakukan untuk menemukan anak-anak yang sudah dijual melalui adopsi ilegal. Beberapa di antaranya sedang ditelusuri oleh tim gabungan Polda dan Bareskrim," kata Didik.
Polda Sulsel juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dalam mengawasi anak-anak, baik di rumah maupun di sekolah. Didik menegaskan agar pihak sekolah tidak sembarangan mengizinkan anak dijemput oleh orang yang tidak dikenal.
"Anak didik tidak boleh dijemput oleh orang lain kecuali yang sudah dikenal. Kami juga mengingatkan orang tua untuk tidak melepas anak dari jangkauan mereka," ujarnya.
Sri Yuliana Diduga Jual 3 Anaknya
Baru-baru ini, terungkap fakta mengejutkan dalam kasus penculikan Bilqis (4), seorang anak yang sebelumnya menghebohkan publik setelah dijual hingga ke kawasan Suku Anak Dalam di pedalaman Jambi.
Ternyata, pelaku utama, Sri Yuliana alias Ana (30), tidak hanya terlibat dalam penjualan Bilqis, tetapi juga diduga pernah menjual tiga dari lima anak kandungnya sendiri.
Dugaan ini diungkapkan oleh salah satu anak Sri Yuliana yang kini berada di rumah aman Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar. Saat ini, kasus ini sedang dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Kepala DP3A Kota Makassar, drg. Ita Isdiana Anwar, mengonfirmasi informasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa Sri Yuliana mempunyai lima anak kandung, di mana dua di antaranya kini berada di rumah aman, sementara tiga lainnya diduga telah dijual.
"Informasi ini dari anaknya sendiri. Yang bersama kami sekarang ada dua, berusia 9 tahun dan 5 tahun. Si kakak bilang, tiga adiknya sudah dijual oleh ibunya," ujar Ita kepada Liputan6.com pada Selasa (11/11) malam.
Ita juga menegaskan bahwa penanganan kasus ini sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian, mengingat kedua anak tersebut sebelumnya dititipkan oleh penyidik ke rumah aman DP3A untuk perlindungan.
"Karena polisi tidak bisa membiarkan anak-anak ikut bersama ibunya di dalam sel tahanan. Jadi anak-anaknya kami tampung di rumah aman," jelasnya. Penanganan yang hati-hati ini menunjukkan perhatian serius terhadap kesejahteraan anak-anak yang terlibat dalam kasus ini.
Gunakan 2 Anak Kandungnya buat Jaring Bilqis
Konselor Hukum UPTD PPA Kota Makassar, Sitti Aisyah, menegaskan bahwa mereka telah memberikan dukungan kesehatan dan psikologis kepada dua anak Sri Yuliana yang saat ini berada dalam perlindungan. Mereka juga sedang berkolaborasi dengan pihak sekolah untuk memastikan proses pemulihan pendidikan dan psikologis anak-anak tersebut dapat berjalan dengan baik.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah supaya proses pemulihan bisa berjalan lancar. Selain itu, kami juga berikan layanan psikologis karena mereka tahu sendiri bahwa ibunya menjual adik-adiknya," ungkap Aisyah.
Aisyah menjelaskan bahwa dua anak Sri Yuliana yang kini berada di tempat yang aman adalah anak-anak yang terekam dalam CCTV saat penculikan Bilqis di Taman Pakui Sayang, Makassar, pada Minggu (2/11) lalu.
"Dua anak yang terekam CCTV itu adalah anak kandung pelaku, Sri Yuliana," tambahnya.
Menurut Aisyah, kedua anak tersebut digunakan oleh ibunya untuk menipu Bilqis agar mau ikut bermain, sebelum akhirnya dibawa pergi dan dijual. "Kami belum mengetahui secara detail kronologi awalnya. Tapi dari keterangan sementara, anak-anak itu diminta ibunya untuk memanggil Bilqis agar mau bermain bersama mereka," jelasnya.