Di Konferensi ke-19 PUIC, Puan Maharani Ajak Negara OKI Bersatu Perangi Diskriminasi dan Intoleransi
Puan mengajak seluruh negara yang tergabung dalam OKI bersatu meningkatkan solidaritas dan memerangi bentuk-bentuk diskriminasi.
Ketua DPR RI Puan Maharani secara resmi membuka Konferensi ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC). Ia menyerukan kepada negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk bersatu memerangi berbagai bentuk diskriminasi, islamofobia, intoleransi, serta memperjuangkan hak dan martabat umat Islam di seluruh dunia.
Di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto yang turut hadir dalam upacara inagurasi serta 500 delegasi dari 54 negara, Puan menjelaskan Forum PUIC dapat membawa semangat kerja sama untuk membangun tatanan dunia yang lebih baik.
"Semangat untuk kerja bersama membangun tata dunia yang lebih baik bagi umat manusia, tata politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang berwajah humanis dan memberikan kebaikan bagi kehidupan kita bersama, umat Islam pada khususnya dan seluruh umat manusia pada umumnya," papar Puan saat menyampaikan pidato dalam acara inagurasi Konferensi Ke-19 PUIC di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (14/5/2025).
Puan menekankan perlunya solidaritas dan komitmen bersama antar parlemen negara OKI dalam menyelesaikan persoalan kesejahteraan, ketimpangan ekonomi, ketahanan pangan, perubahan iklim, pemberdayaan perempuan, perjuangan kemerdekaan Palestina, hingga konflik geo-politik dan geo-ekonomi.
"Sehingga kita dapat ikut mengambil posisi dan mempengaruhi tatanan dunia yang lebih baik, kita tidak dapat membiarkan tatanan dunia berkembang secara alamiah, membiarkan persaingan kekuatan politik dan ekonomi menentukan segalanya," ujarnya.
Ia pun menyoroti pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik dan penguatan institusi sebagai fondasi menghadapi tantangan global, sejalan dengan tema konferensi tahun ini, "Good Governance and Strong Institutions as Pillars of Resilience."
Puan pun mengajak seluruh negara yang tergabung dalam OKI bersatu meningkatkan solidaritas dan memerangi bentuk-bentuk diskriminasi. "Agenda pembahasan dalam konferensi antara lain, peningkatan solidaritas di antara umat muslim, perdamaian, kerja sama ekonomi, pemberdayaan perempuan, upaya memerangi islamophobia, intoleransi dan segala bentuk diskriminasi lainnya," jelas Puan.
Lebih dari itu, Puan berharap negara yang tergabung dalam PUIC harus membangun budaya damai (culture of peace) dan toleransi, sebagai syarat yang dibutuhkan agar pembangunan dapat dilaksanakan.
"Kita hidup di bumi yang sama, yang memiliki ketergantungan satu dengan yang lain, membutuhkan ketertiban bersama, perdamaian bersama. There is no development without peace and no peace without development," tutur Puan.