Desa Tegalsari Jadi Role Model Pengelolaan Sampah di Purwakarta
Desa Tegalsari, Kecamatan Tegalwaru, dipilih sebagai lokasi percontohan karena dinilai memiliki potensi besar dengan keberadaan Bank Sampah.
Kabupaten Purwakarta mulai menunjukkan perubahan signifikan dalam pengelolaan sampah melalui program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP). Desa Tegalsari, Kecamatan Tegalwaru, dipilih sebagai lokasi percontohan karena dinilai memiliki potensi besar dengan keberadaan Bank Sampah "Sari Asih" yang aktif sejak 2020.
Program ISWMP tidak hanya membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), tetapi juga membenahi kelembagaan, regulasi, pembiayaan, dan perubahan perilaku masyarakat. "Program ISWMP bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi tentang perubahan cara pandang kita terhadap sistem pengelolaan sampah. Ketika TPST menjadi bagian dari sistem yang terhubung dari kebijakan hingga kebiasaan masyarakat, maka kita tidak sekadar mengelola sampah, tapi sedang merawat masa depan bersama," ujar Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Dewi Chomistriana.
Sejak akhir 2024, warga Tegalsari dilibatkan aktif melalui sistem pemilahan sampah dari rumah. Hingga Februari 2025, tercatat 71 kepala keluarga di RW 05 Desa Tegalsari sudah terbiasa memilah sampah organik, anorganik, dan residu. Hasil pemilahan disalurkan ke Bank Sampah, sementara sampah organik diolah menjadi kompos.
Ketua Central Project Management Unit (CPMU) ISWMP, Sandhi Eko Bramono, Ph.D, menegaskan bahwa pemilahan dari sumber menjadi indikator keberhasilan.
"Kegiatan pilot project ini merupakan upaya nyata dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk memilah sampah. Harapan kami tentu kegiatan ini dapat direplikasi ke wilayah lain," ujarnya.
Pemerintah Desa bersama Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta juga menyiapkan langkah lanjutan berupa penyediaan sarana pemilahan, penguatan peran kader lingkungan, hingga rencana penerbitan Peraturan Desa terkait sanksi bagi warga yang membuang sampah sembarangan.
Upaya ini diharapkan menjadikan Tegalsari sebagai model pengelolaan sampah berbasis kawasan yang mandiri, efektif, dan partisipatif.