Curhat Bripka Rohmad Pecahkan Keheningan Ruang Sidang, Cerita Tentang Hidup Bertumpu Pada Gaji Polri
Kata-katanya mengalir perlahan. Tentang 28 tahun berdinas yang tak pernah sekali pun menjalani sidang disiplin.
Bripka Rohmad berdiri tegap dengan seragam cokelatnya, baret biru menempel di kepala. Sejenak dia hanya diam, mendengar amar putusan yang dibacakan Ketua Sidang Kode Etik Polri, Kombes Heri Setiawan, di ruang TNCC, Kamis, 4 September 2025.
Suasana ruangan mendadak berubah ketika Ketua Sidang Kode Etik Polri, Kombes Heri Setiawan mempersilakan Bripka Rohmad berbicara. Rohmad menggenggam mikrofon erat, menarik napas panjang, lalu mulai bicara.
"Izinkan kami mengajukan dan mengizinkan perkenaan kami untuk menyampaikan curahan hati, terima kasih yang mulia," kata Bripka Rohmad.
Kata-katanya mengalir perlahan. Tentang 28 tahun berdinas yang tak pernah sekali pun menjalani sidang disiplin. Tentang seorang istri dan dua anak. Tentang hidup yang hanya bertumpu pada gaji Polri.
"Kami memiliki satu istri dan dua anak yang pertama sedang kuliah, yang kedua memiliki keterbatasan mental. Dan tentunya, keduanya membutuhkan kasih sayang dan membutuhkan biaya untuk kuliah maupun kelangsungan hidup keluarga kami," kata Bripka Rohmad.
Minta Kesempatan Selesaikan Tugas Sampai Pensiun
Dia memohon diberi kesempatan menyelesaikan tugas hingga pensiun. Dia menegaskan tak pernah berniat melukai, apalagi menghilangkan nyawa.
"Jiwa kami Tribrata yang Mulia, jiwa kami Tribrata untuk melindungi, melayani, dan melayani masyarakat, Yang Mulia," ujar Bripka Rohmad dengan nada bergetar.
Hanya Jalankan Perintah Atasan
Dia mengaku hanya menjalankan perintah atasan, di tengah gas air mata, batu, dan petasan yang menghujani kendaraan taktisnya pada 28 Agustus lalu. Hari ketika mobil itu melindas Affan Kurniawan, pengemudi ojek daring, hingga tewas.
Dengan suara bergetar, dia pun meminta maaf kepada keluarga Affan.
"Dengan kejadian yang viral, atas nama pribadi dan keluarga dengan lubuk hati paling dalam, kami mohon kepada orang tua almarhum Affan Kurniawan dapat membukakan maaf karena kejadian tersebut."
Dia menekankan kembali sumpahnya sebagai Bhayangkara. "Saya sebagai Bhayangkara Brimob, Bhayangkara polri hanya menjalankan tugas pimpinan. Bukan kemauan diri sendiri. Namun hanya melaksanakan tugas dari pimpinan," tutup Bripka Rohmad.