Cuaca Ekstrem di Bali, Sanur Banjir dan Penerbangan Tertunda
BPBD Kota Denpasar mengevakuasi 7 orang yang merupakan wisatawan asing di sebuah vila di Jalan Bumi Ayu, Sanur.
Banjir setinggi lutut orang dewasa melanda kawasan Jalan Bumi Ayu, Kelurahan Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, akibat hujan deras melanda wilayah Denpasar, pada Selasa (11/2).
Kasubag Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Kota Denpasar, I Made Antara mengatakan, pihaknya mengevakuasi 7 orang yang merupakan wisatawan asing di sebuah vila di Jalan Bumi Ayu, Sanur.
"Betul mereka menginap di vila di sana ada tujuh orang wisatawan yang dievakuasi. Tadi informasinya dari pihak vila atau masyarakat di sana bahwa tamunya mau ceks out. Jadinyaa kami segera bergerak ke sana," kata Made Antara, saat dihubungi Selasa (11/2).
Ia menyebutkan, para wisatawan asing itu dievakuasi sekitar pukul 09:29 WITA menggunakan rubber boat atau perahu karet.
"Jadi wisatawan asing kondisinya sudah aman tidak ada problem jadi semua selamat," imbuhnya.
Saat ini tim gabungan dari BPBD Kota Denpasar, Dinas PUPR, DLHK Kota Denpasar serta instansi lainnya telah melakukan penanganan dan menggunakan mesin penyedotan untuk mengatasi banjir tersebut.
"Untuk penanganan banjir yang pertama dari tim kami juga menggunakan mesin (penyedotan) yang besar," terangnya.
11 Penerbangan di Bandara Bali Terganggu
Selain itu, sebanyak 11 penerbangan mengalami penundaan, pembatalan, hingga gagal mendarat akibat cuaca buruk yang melanda Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Senin (10/2) kemarin.
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab mengatakan, pada Senin (10/2) kemarin ada 11 penerbangan yang terdampak cuaca ekstrem.
"Dapat kami sampaikan pada Senin hingga pukul 15.00 WITA terdapat 11 penerbangan yang terdampak cuaca ekstrem dengan rincian 8 delay flight domestik, 1 cancel flight domestik, dan 2 go around flight internasional dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi di area Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai," kata Syaugi.
Ia menyebutkan, adapun penerbangan yang mengalami delay flight yakni Nam Air rute Denpasar- Tambolaka, Wings Air rute Denpasar-Sumbawa, Super Air Jet rute Denpasar-Jakarta (CGK), Wings Air rute Denpasar-Bima, rute Denpasar-Lombok.
Kemudian, Lion Air rute Denpasar- Kupang, Denpasar-Surabaya dan Denpasar-Kuala Namu. Sementara untuk penerbangan yang mengalami cancel flight adalah Wings Air rute Denpasar- Tambolaka. Lalu, untuk penerbangan internasional yang mengalami go around adalah Indigo rute Bengaluru-Denpasar, dan Air Asia rute Hongkong-Denpasar.
"Atas hal tersebut, kami telah berkoordinasi dengan seluruh maskapai dan stakeholder terkait untuk memastikan operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai senantiasa berjalan dengan aman dan lancar dan para penumpang yang terdampak adanya cuaca ekstrem dapat ditangani dengan baik," ujarnya.
"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk tiba lebih awal sebelum jadwal keberangkatannya. Dan senantiasa berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk mengetahui update atas jadwal penerbangannya terkait dengan cuaca ekstrem yang melanda Pulau Bali," tutu Syaugi.