Brunei Minati Transisi Energi Indonesia, Perkuat Kerja Sama Sektor Energi
Brunei Darussalam menunjukkan minat serius terhadap upaya transisi energi Indonesia, membuka peluang kerja sama strategis di sektor energi terbarukan dan keamanan pasokan minyak.
Indonesia dan Brunei Darussalam memperkuat kerja sama strategis di sektor energi, membuka babak baru dalam hubungan bilateral kedua negara. Pertemuan penting ini berlangsung di sela-sela Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM) di Tokyo, Jepang.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mewakili Indonesia dalam pertemuan strategis bilateral dengan Wakil Menteri (Energi) Brunei Darussalam, Dato Seri Paduka Awang Haji Mohamad Azmi Bin Haji Mohd Hanifah. Diskusi berfokus pada langkah-langkah konkret untuk memperkuat kolaborasi di berbagai bidang energi.
Perundingan ini menandai ketertarikan Brunei pada upaya transformasi energi Indonesia, terutama dalam diversifikasi sumber daya energi. Brunei, yang selama ini sangat bergantung pada gas untuk pembangkit listriknya, kini mencari cara untuk mengurangi ketergantungan tersebut.
Minat Brunei pada Diversifikasi Energi Indonesia
Brunei Darussalam telah menunjukkan minat yang besar terhadap kemajuan signifikan Indonesia dalam mengembangkan pembangkit listrik dari berbagai sumber energi. Saat ini, 99 persen pembangkit listrik Brunei menggunakan gas, dan negara tersebut ingin mengurangi pangsa penggunaan gas tersebut.
Menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, ini adalah peluang emas untuk kolaborasi regional. Brunei berencana untuk memperluas kapasitas pembangkit listrik nasionalnya hingga lima kali lipat dari tingkat saat ini, menargetkan penambahan 4 GW dari kapasitas eksisting 1 GW.
Delegasi Brunei secara khusus menyatakan ketertarikan untuk mendapatkan perspektif Indonesia dalam mengembangkan diversifikasi pembangkit energi, terutama dari sumber energi baru dan terbarukan (EBT). Hal ini mencerminkan pergeseran fokus Brunei menuju energi yang lebih berkelanjutan.
Peluang Kerja Sama Energi Terbarukan dan Peningkatan Kapasitas
Pertemuan di Tokyo ini membuka jalan bagi peluang kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan Brunei, khususnya dalam pengembangan energi terbarukan. Indonesia memiliki pengalaman yang kaya dalam mengelola berbagai sumber energi, yang menjadi daya tarik bagi Brunei.
Kedua belah pihak membahas langkah-langkah konkret untuk memperkuat kerja sama, mulai dari peningkatan keamanan pasokan minyak hingga penjajakan peluang kolaborasi dalam pengembangan EBT. Potensi kerja sama ini dapat mencakup transfer teknologi, investasi, dan pembangunan infrastruktur energi bersih.
Dengan rencana Brunei untuk menambah 4 GW kapasitas pembangkit listrik, kerja sama dengan Indonesia dapat menjadi kunci. Indonesia dapat berbagi keahlian dalam perencanaan, pembangunan, dan pengoperasian fasilitas EBT, mendukung ambisi Brunei untuk diversifikasi energi.
Keamanan Pasokan Minyak dan Teknologi EOR
Selain energi terbarukan, diskusi juga menyentuh aspek keamanan pasokan energi. Menteri Lahadalia menyatakan bahwa pertemuan ini memberikan momentum bagi Indonesia untuk memperkuat keamanan energi nasional melalui diversifikasi pasokan minyak.
Dengan kapasitas produksi minyak Brunei yang mencapai sekitar 100.000 hingga 110.000 barel per hari, Indonesia terbuka untuk menjajaki impor minyak dari negara tersebut sebagai opsi untuk menjaga pasokan energi domestik yang stabil. Ini akan menjadi langkah strategis untuk ketahanan energi Indonesia.
Brunei juga menunjukkan minat pada teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) yang diterapkan oleh PT Pertamina untuk meningkatkan produksi minyak di sumur-sumur tua. Dato Seri Paduka Awang Haji Mohamad Azmi mengungkapkan bahwa Brunei telah menggunakan teknologi water flooding dan siap memanfaatkan chemical flooding, serupa dengan EOR, untuk meningkatkan produksi minyaknya.
“Kami tertarik pada Indonesia karena mereka telah menggunakan teknologi EOR. Kami sudah menggunakan water flooding, dan kami yakin dapat belajar dari Indonesia dalam mengoperasikan EOR,” ujarnya.
Sumber: AntaraNews