Brunei Lirik Langkah Transformasi Energi Indonesia, Peluang Emas Kolaborasi Kawasan
Brunei Darussalam menunjukkan ketertarikan pada Transformasi Energi Indonesia, dari pengembangan EBT hingga teknologi EOR Pertamina, menandai babak baru kerja sama strategis.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan Brunei Darussalam menunjukkan ketertarikan serius terhadap langkah transformasi energi yang telah dijalankan Indonesia. Momentum ini membuka peluang emas bagi kolaborasi strategis antarnegara di kawasan Asia Tenggara. Pertemuan bilateral penting ini terjadi di sela acara Indo Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM) di Tokyo, Jepang.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bertemu dengan Deputy Minister (Energy) at the Prime Minister’s Office Brunei Darussalam, Dato Seri Paduka Awang Haji Mohamad Azmi Bin Haji Mohd Hanifah, pada Minggu (15/3) waktu setempat. Diskusi kedua belah pihak mencakup berbagai potensi kerja sama, mulai dari penguatan ketahanan pasokan minyak hingga eksplorasi pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Brunei, yang kini sangat bergantung pada gas untuk pembangkit listriknya, ingin mendiversifikasi sumber energi.
Brunei Darussalam berencana meningkatkan kapasitas terpasang pembangkit nasionalnya hingga lima kali lipat, menambahkan 4 gigawatt (GW) dari kapasitas eksisting 1 GW. Ketertarikan ini didorong oleh kemajuan Indonesia dalam mengembangkan pembangkit energi dari berbagai sumber. Selain itu, Brunei juga melirik teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) yang diterapkan oleh PT Pertamina (Persero) untuk meningkatkan produksi minyak.
Brunei Lirik Diversifikasi Energi dan EBT Indonesia
Brunei Darussalam saat ini memanfaatkan sekitar 99 persen dari gas untuk pembangkit listriknya, dan memiliki keinginan kuat untuk mengurangi porsi pemanfaatan gas tersebut. Negara ini melihat Indonesia telah melangkah lebih maju dan terstruktur dalam mengembangkan pembangkit energi dari berbagai macam sumber energi.
Dalam upaya meningkatkan kapasitas energi nasionalnya, Brunei sedang mempersiapkan untuk menambah 4 GW dari kapasitas terpasang yang sekarang sebesar 1 GW, atau meningkatkan kapasitas terpasangnya hingga lima kali lipat. Delegasi Brunei secara khusus menyampaikan ketertarikannya untuk mempelajari pengalaman Indonesia dalam mengembangkan diversifikasi pembangkit energi, khususnya yang berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Menteri Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa ini adalah momentum emas bagi kolaborasi kawasan, di mana Indonesia dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan. Ketertarikan Brunei ini menjadi indikasi positif terhadap kepemimpinan Indonesia dalam transformasi energi di tingkat regional.
Potensi Impor Minyak dan Teknologi EOR Pertamina
Pertemuan bilateral di Tokyo tidak hanya berfokus pada pengembangan EBT, tetapi juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui diversifikasi pasokan minyak. Dengan kapasitas produksi minyak Brunei yang mencapai sekitar 100.000 hingga 110.000 barel per hari, Indonesia membuka peluang penjajakan impor minyak bumi dari negara tersebut.
Penjajakan impor minyak bumi dari Brunei ini menjadi salah satu opsi strategis yang didorong untuk memastikan ketersediaan pasokan energi nasional tetap dalam kondisi aman. Ini merupakan langkah proaktif Indonesia dalam menjaga stabilitas pasokan energi domestik di tengah dinamika energi global.
Selain itu, Brunei juga menunjukkan ketertarikan pada teknologi yang diterapkan oleh perusahaan migas nasional, PT Pertamina (Persero), yaitu Enhanced Oil Recovery (EOR), untuk meningkatkan produksi minyak di sumur-sumur tua. Dato Seri Paduka Awang Haji Mohamad Azmi mengungkapkan bahwa Brunei sudah menggunakan teknologi water flooding dan siap untuk memanfaatkan chemical flooding seperti EOR.
Menteri Bahlil menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi Brunei dalam melakukan kerja sama dengan perusahaan plat merah Indonesia di bidang energi. Ia menegaskan, “Kami siap melakukan kerja sama untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk berbicara teknis, nanti akan saya siapkan dengan senang hati untuk berbagi dan belajar.”
Sumber: AntaraNews