BPBD Tangani Dua Titik Longsor Gunung Wilis Tulungagung, Akses Desa Terputus
BPBD Tulungagung bergerak cepat menangani dua titik Longsor Gunung Wilis Tulungagung yang memutus akses jalan desa di Sendang. Warga diimbau waspada longsor susulan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung bersama unsur TNI-Polri dan relawan melakukan penanganan darurat. Mereka menangani dua titik longsor yang terjadi di lereng Gunung Wilis. Kejadian ini memutus akses jalan desa di Desa Tugu dan Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang.
Longsor tersebut telah terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Tulungagung, Jawa Timur. Tim asesmen BPBD telah diterjunkan ke lokasi untuk menilai kerusakan dan kebutuhan penanganan di lapangan. Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan yang tepat dan cepat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Heri Prawoto, menyatakan tim sudah berada di lokasi. Mereka melakukan asesmen, memasang penanda area terdampak, dan mengamankan akses jalan. Pemasangan terpal juga dilakukan untuk memitigasi risiko longsor susulan di area tersebut.
Penanganan Darurat di Dua Lokasi Terdampak Longsor Gunung Wilis
Di Desa Tugu, material longsor menimbun badan jalan sepanjang sekitar 30 meter. Kedalaman tebing yang longsor mencapai tujuh meter, membuat akses utama terputus total. Petugas gabungan bersama warga setempat kini berupaya membersihkan material secara manual.
Pembersihan manual dilakukan sambil menanti pengerahan alat berat dari dinas terkait untuk mempercepat proses. Langkah ini penting agar akses jalan dapat segera dibuka kembali bagi masyarakat. BPBD terus berkoordinasi untuk pengiriman alat berat.
Sementara itu, di Desa Nyawangan, kondisi berbeda terjadi dengan separuh badan jalan desa yang amblas. Kerusakan jalan ini membentang sepanjang kurang lebih 10 meter. Kontur tanah di lokasi tersebut diketahui sangat labil dan rawan pergerakan tanah.
Kondisi Tanah Labil dan Imbauan Kewaspadaan Longsor Susulan
Karena kondisi tanah yang belum stabil di Desa Nyawangan, BPBD memutuskan untuk menutup total jalur tersebut. Penutupan ini dilakukan demi keselamatan warga dan mencegah insiden lebih lanjut. Alat berat belum bisa masuk karena risiko tinggi.
Heri Prawoto menjelaskan bahwa penutupan sementara akan berlangsung hingga ada keputusan teknis. Keputusan ini akan datang dari dinas terkait setelah evaluasi lebih lanjut. Warga diimbau menggunakan rute alternatif yang telah disiapkan.
Camat Sendang dan pemerintah desa telah menerbitkan imbauan kewaspadaan kepada seluruh warga. Jalur yang terdampak longsor telah dipasangi garis pembatas dan rambu peringatan. Hal ini untuk memastikan tidak ada warga yang nekat melintas.
Pihak Polsek Sendang, Koramil Sendang, serta relawan setempat turut membantu pengamanan lokasi. Mereka juga mendampingi warga yang memerlukan akses melalui jalan alternatif. Warga diminta tidak memaksakan diri melintas, terutama saat hujan deras atau malam hari.
Dampak Longsor dan Upaya Pemulihan Akses di Tulungagung
"Kami mengimbau warga tidak memaksakan melintas, terutama pada malam hari atau saat hujan deras, karena potensi longsor susulan masih tinggi," imbuhnya. Imbauan ini sangat penting mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu. Keselamatan warga adalah prioritas utama.
Hingga saat ini, laporan tidak mencatat adanya korban jiwa akibat dua kejadian longsor tersebut. Namun, aktivitas warga di Desa Tugu dan Nyawangan sangat terganggu. Terputusnya jalur utama menghambat mobilitas sehari-hari masyarakat.
BPBD Tulungagung masih menunggu pengerahan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk penanganan lebih lanjut. Mereka memastikan bahwa penanganan darurat akan terus berjalan. Tujuannya adalah hingga akses jalan di kedua desa tersebut kembali normal sepenuhnya.
Sumber: AntaraNews