BMKG Peringatkan Pasang Tinggi Pesisir Kaltim Saat Libur Lebaran 2026
BMKG Stasiun Balikpapan memprediksi pasang tinggi pesisir Kaltim akan terjadi di awal libur Lebaran 2026, berpotensi mengganggu aktivitas dan membahayakan keselamatan. Waspadai dampaknya!
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengeluarkan peringatan dini terkait potensi pasang tinggi di kawasan pesisir Kalimantan Timur (Kaltim). Fenomena ini diperkirakan terjadi pada awal libur Lebaran 2026, khususnya antara tanggal 21 hingga 30 Maret 2026.
Puncak pasang tertinggi diprediksi berlangsung selama tiga hari, yakni pada Sabtu hingga Senin, 21-23 Maret 2026. Ketinggian air laut dapat mencapai antara 2,8 hingga 2,9 meter, berpotensi menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat.
Masyarakat yang berencana menghabiskan libur Lebaran di pantai atau tinggal di wilayah pesisir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Antisipasi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh pasang tinggi pesisir Kaltim ini sangat penting untuk keselamatan dan kelancaran aktivitas.
Prakiraan Pasang Tinggi BMKG Balikpapan
Carolina Meylita Sibarani, Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, menjelaskan detail prakiraan ini. Pasang tertinggi diperkirakan mencapai 2,9 meter di beberapa lokasi pesisir Kaltim.
Di muara Sungai Berau, Kabupaten Berau, pasang tertinggi 2,9 meter diprediksi terjadi pada 21 Maret 2026 pukul 09.00 Wita. Sementara itu, surut terendah di lokasi yang sama diperkirakan 0,1 meter pada 21 Maret pukul 15.00 dan 16.00 Wita.
Untuk perairan Balikpapan, pasang tertinggi dengan ketinggian 2,9 meter diprakirakan terjadi pada 23 Maret 2026 pukul 08.00 Wita. Surut terendah di Balikpapan diprediksi mencapai 0,1 meter pada 23 Maret pukul 01.00 Wita.
Peringatan serupa juga berlaku untuk muara Sungai Mahakam (Pulau Nubi), Kabupaten Kutai Kartanegara. Di sana, pasang tertinggi 2,8 meter diperkirakan pada 22 Maret pukul 08.00 Wita, dengan surut terendah 0,1 meter pada 23 Maret pukul 02.00 Wita.
Potensi Dampak Negatif Pasang Tinggi
Pasang tinggi pesisir Kaltim ini berpotensi menimbulkan sejumlah hal negatif yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah membahayakan keselamatan warga yang beraktivitas di pantai, baik bermain maupun berenang.
Pengawasan ketat dari orang tua sangat diperlukan, terutama jika anak-anak bermain di area pantai saat pasang tinggi. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan di perairan.
Selain itu, pasang laut juga bisa menghambat berbagai aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat pesisir. Aktivitas bongkar muat di pelabuhan berpotensi terganggu akibat perubahan tinggi muka air laut.
Dampak lain yang patut diwaspadai adalah potensi banjir rob, di mana air laut bisa naik ke kawasan pemukiman warga. Antisipasi dini terhadap kemungkinan banjir rob menjadi sangat penting untuk meminimalkan kerugian.
Kawasan Pesisir Kaltim yang Terdampak
Perairan Balikpapan secara spesifik memiliki lima kawasan yang terpengaruh langsung oleh pasang surut ini. Kawasan tersebut meliputi Samboja dan Samboja Barat di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser.
Lima kawasan pesisir ini dikenal memiliki banyak tempat wisata pantai yang sering dikunjungi wisatawan. Mulai dari Kecamatan Samboja hingga Kabupaten Paser, warga yang berencana berwisata di tanggal tersebut diingatkan untuk selalu waspada.
Di sisi lain, kawasan pesisir ini juga banyak terdapat tambak aktif yang menjadi mata pencarian warga. Ketika terjadi pasang laut tinggi, budi daya dalam tambak seperti udang, ikan, maupun kepiting, dikhawatirkan bisa hilang terdampak arus laut.
Oleh karena itu, pemilik tambak diimbau untuk mewaspadai kemungkinan dampak yang ditimbulkan. Langkah-langkah pencegahan atau mitigasi perlu dilakukan untuk melindungi hasil budidaya mereka.
Imbauan Waspada bagi Wisatawan dan Masyarakat Lokal
BMKG secara khusus mengimbau para pengunjung pantai untuk selalu berhati-hati dan mematuhi peringatan yang diberikan. Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas utama selama berlibur di kawasan pesisir.
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, terutama yang memiliki pemukiman dekat pantai, disarankan untuk memantau informasi cuaca secara berkala. Persiapan menghadapi kemungkinan banjir rob sangat dianjurkan.
Peringatan dini ini bertujuan agar semua pihak dapat melakukan antisipasi yang diperlukan. Dengan demikian, dampak negatif dari pasang tinggi pesisir Kaltim dapat diminimalisir, dan libur Lebaran dapat berjalan dengan aman dan nyaman.
Sumber: AntaraNews