Tahukah Anda? Pasang Laut Kaltim Capai 2,8 Meter, BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob dan Ganggu Tambak Warga

BMKG memprakirakan pasang laut Kaltim mencapai 2,8 meter pada 24-26 Agustus, berpotensi sebabkan banjir rob dan mengganggu aktivitas pesisir. Waspada!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Pasang Laut Kaltim Capai 2,8 Meter, BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob dan Ganggu Tambak Warga
BMKG memprakirakan pasang laut Kaltim mencapai 2,8 meter pada 24-26 Agustus, berpotensi sebabkan banjir rob dan mengganggu aktivitas pesisir. Waspada! (Merdeka.com)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengeluarkan peringatan dini terkait prakiraan pasang laut tinggi di sejumlah kawasan pesisir Kalimantan Timur. Fenomena ini diperkirakan terjadi antara tanggal 24 hingga 26 Agustus mendatang. Warga dan pihak terkait diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampaknya.

Ketinggian pasang laut Kaltim diprediksi mencapai antara 2,7 hingga 2,8 meter, sebuah angka yang cukup signifikan untuk menimbulkan berbagai masalah. Prakiraan ini disampaikan langsung oleh Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Diyan Novrida. Informasi ini penting untuk diketahui masyarakat luas.

Dampak yang mungkin timbul akibat pasang laut Kaltim ini bervariasi, mulai dari potensi banjir rob yang merendam permukiman hingga gangguan serius pada sektor perikanan tambak. Kewaspadaan menjadi kunci utama untuk meminimalisir kerugian yang mungkin terjadi. Peringatan ini bertujuan agar masyarakat dapat mempersiapkan diri dengan baik.

Potensi Dampak Pasang Laut Tinggi di Pesisir Kaltim

Pasang laut Kaltim dengan ketinggian yang signifikan ini berpotensi besar menyebabkan sejumlah dampak negatif. Salah satu kekhawatiran utama adalah terjadinya banjir rob yang dapat menggenangi area permukiman warga yang berlokasi dekat pantai. Kondisi ini tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.

Sektor perikanan, khususnya tambak, menjadi salah satu yang paling rentan terdampak. Banyak tambak perikanan di kawasan pesisir Kaltim yang masih aktif membudidayakan udang, ikan, dan kepiting. Pasang laut tinggi dikhawatirkan dapat merendam dan bahkan menghanyutkan hasil budidaya warga, menyebabkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit.

Selain itu, aktivitas bongkar muat di pelabuhan juga berpotensi terganggu akibat kondisi pasang laut yang ekstrem. Ketinggian air yang tidak normal dapat mempersulit proses sandar kapal dan kegiatan logistik lainnya. Gangguan ini bisa berdampak pada kelancaran distribusi barang di wilayah tersebut.

Diyan Novrida juga menambahkan bahwa pasang laut tinggi ini membahayakan bagi anak-anak yang bermain di pantai. Air laut yang masuk ke permukiman juga dapat menimbulkan risiko kesehatan dan kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Wilayah Terdampak dan Jadwal Puncak Pasang

Kewaspadaan masyarakat sangat ditekankan, terutama bagi mereka yang tinggal di empat kawasan utama perairan Balikpapan yang terpengaruh langsung oleh pasang surut. Area tersebut meliputi Kawasan Samboja dan sekitarnya di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, serta Kabupaten Paser. Informasi detail ini penting untuk perencanaan mitigasi.

Di pesisir Kota Balikpapan, pasang tertinggi diprakirakan terjadi pada 24 Agustus pukul 07.00 Wita dengan ketinggian 2,8 meter. Sementara itu, surut terendah diprediksi pada 27 Agustus pukul 14.00 Wita dengan ketinggian 0,2 meter. Data ini memberikan gambaran jelas mengenai fluktuasi air laut.

Peringatan dini juga berlaku untuk kawasan pesisir lain di Kaltim, seperti muara Sungai Mahakam, khususnya Pulau Nubi. Di lokasi ini, pasang tertinggi diperkirakan pada 25 Agustus pukul 07.00 Wita dengan ketinggian 2,8 meter. Surut terendah di sana juga diprediksi pada 25 Agustus pukul 14.00 Wita dengan ketinggian 0,2 meter.

Selanjutnya, di muara Sungai Berau, Kabupaten Berau, prakiraan pasang tertinggi akan terjadi pada 26 Agustus pukul 10.00 Wita, mencapai 2,7 meter. Surut terendah di wilayah ini diprediksi pada 26 Agustus pukul 04.00 Wita dengan ketinggian 0,2 meter. Seluruh data ini menjadi acuan bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi