Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengeluarkan peringatan penting. Mereka mengajak warga pesisir Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mewaspadai potensi pasang laut tinggi. Peringatan ini berlaku untuk periode 10 hari pertama bulan November 2025.
Pasang laut yang diprediksi mencapai ketinggian 2,7 hingga 3 meter ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak. Hal ini disampaikan langsung oleh Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Sepinggan, Diyan Novrida. Peringatan ini bertujuan untuk memitigasi risiko di daerah pesisir.
Diyan Novrida menjelaskan bahwa pasang laut ekstrem ini dapat menyebabkan banjir rob. Selain itu, tambak-tambak budidaya warga juga berisiko terendam air. Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat di kawasan pantai.
Advertisement
Advertisement
Pasang laut tinggi yang diwaspadai BMKG ini membawa sejumlah potensi dampak serius bagi masyarakat pesisir. Salah satu dampak utama adalah terjadinya banjir rob yang dapat menggenangi permukiman warga. Air laut berpotensi masuk ke rumah-rumah yang berdekatan dengan pantai.
Sektor perikanan dan budidaya juga sangat rentan terhadap fenomena ini. Tambak-tambak yang berisi udang, ikan, atau kepiting dikhawatirkan akan terendam. Akibatnya, budidaya warga bisa hilang terbawa arus laut yang kuat.
Selain itu, aktivitas bongkar muat di pelabuhan juga dapat terganggu secara signifikan. Kondisi ini berpotensi menghambat distribusi barang dan logistik. Anak-anak yang bermain di pantai juga terancam bahaya akibat gelombang tinggi dan arus kuat.
Advertisement
BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan untuk meminimalkan kerugian. Warga diimbau untuk selalu memantau informasi terkini. Kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana ini.
Advertisement
Peringatan dini BMKG mencakup beberapa kawasan pesisir di Kalimantan Timur dengan rincian waktu dan ketinggian yang berbeda. Di Kota Balikpapan, pasang tertinggi diperkirakan pada 7 November 2025. Ketinggiannya mencapai 3 meter pada pukul 19.00 Wita.
Wilayah perairan Balikpapan yang terpengaruh langsung meliputi Samboja dan Samboja Barat di Kutai Kartanegara. Kemudian juga Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, serta Kabupaten Paser. Kawasan ini memiliki banyak tambak aktif yang rawan terdampak.
Untuk muara Sungai Mahakam, khususnya di Pulau Nubi dan sekitarnya, pasang tertinggi diperkirakan pada 6-8 November. Ketinggiannya mencapai 2,9 meter antara pukul 19.00 dan 20.00 Wita. Surut terendah tercatat 0,1 meter pada 8 November pukul 13.00 Wita.
Advertisement
Di Muara Sungai Berau, Kabupaten Berau, pasang laut tertinggi diprediksi pada 7 November dengan ketinggian 3 meter pada pukul 21.00 Wita. Sementara itu, di Teluk Sangkulirang, Kutai Timur, pasang tertinggi 2,7 meter akan terjadi pada 7 November pukul 19.00 Wita.
Advertisement
BMKG Stasiun Balikpapan secara konsisten mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama bagi mereka yang tinggal atau beraktivitas di daerah pesisir. Informasi prakiraan pasang surut harus selalu menjadi perhatian utama.
Masyarakat diimbau untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. Misalnya, mengamankan barang-barang berharga dari potensi genangan air. Petani tambak juga disarankan untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terendamnya area budidaya.
Pemerintah daerah setempat juga diharapkan dapat menyebarluaskan informasi ini. Hal ini penting agar seluruh lapisan masyarakat dapat menerima peringatan dini. Koordinasi antar instansi terkait juga perlu diperkuat untuk penanganan potensi dampak.
Advertisement
"Pasang laut setinggi ini bisa menyebabkan sejumlah hal, seperti menyebabkan terjadinya banjir rob, tambak terendam, dan sejumlah dampak lainnya," kata Diyan Novrida. Pernyataan ini menegaskan urgensi peringatan yang dikeluarkan oleh BMKG.
Sumber: AntaraNews