BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi NTT Capai 2,5 Meter, Waspada Pelayaran!
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait Potensi Gelombang Tinggi NTT hingga 2,5 meter di sejumlah perairan. Simak wilayah terdampak dan imbauan penting untuk keselamatan pelayaran.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi gelombang laut tinggi di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT). Gelombang ini diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter dan berpotensi terjadi mulai Kamis (2/1) hingga Senin (5/1) 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga, menyampaikan imbauan ini kepada masyarakat. Peringatan khusus ditujukan bagi para pengguna transportasi laut di wilayah tersebut.
Potensi gelombang tinggi ini disebabkan oleh adanya tekanan rendah di utara Australia yang membentuk daerah belokan dan pertemuan angin di wilayah NTT. Kondisi ini juga mendukung terjadinya hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.
Wilayah Perairan Terdampak Potensi Gelombang Tinggi NTT
Yandri merinci beberapa lokasi yang berpotensi mengalami gelombang tinggi. Wilayah tersebut meliputi Selat Sape bagian selatan, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, dan Selat Alor.
Selain itu, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, dan Laut Sawu juga masuk dalam daftar waspada. Potensi serupa diperkirakan terjadi di Selat Sumba bagian barat dan Selat Ombai.
Perairan selatan Sumba, perairan utara Sabu-Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, serta perairan selatan Timor-Rote juga harus diwaspadai. Masyarakat di sekitar area ini diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
Penyebab dan Pola Angin Pemicu Gelombang Tinggi
Fenomena tekanan rendah di utara Australia menjadi pemicu utama terbentuknya gelombang tinggi ini. Kondisi tersebut menciptakan daerah belokan dan pertemuan angin yang signifikan di NTT.
Pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari barat daya menuju barat laut dengan kecepatan angin berkisar antara 8 hingga 23 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di beberapa selat dan perairan utama.
Ini termasuk Selat Sape, Selat Sumba, dan Selat Flores-Lamakera, yang secara langsung meningkatkan tinggi gelombang laut. Kecepatan angin yang tinggi di area-area ini menjadi faktor penting dalam pembentukan gelombang.
BMKG juga mengingatkan potensi awan cumulonimbus yang dapat memperburuk kondisi. Awan ini berpotensi meningkatkan tinggi gelombang serta menyebabkan perubahan arah dan kecepatan angin secara signifikan.
Imbauan Keselamatan untuk Pelaku Pelayaran
BMKG secara khusus mengimbau para pengguna perahu nelayan untuk selalu waspada. Kewaspadaan harus ditingkatkan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.
Operator kapal tongkang juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Imbauan ini berlaku jika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.
Langkah antisipasi dini sangat penting untuk menghindari risiko kecelakaan laut. Informasi prakiraan cuaca maritim harus selalu dipantau secara berkala oleh seluruh pelaku pelayaran demi keselamatan bersama.
Sumber: AntaraNews