Blak-blakan Nadiem Rogoh Kantong Pribadi buat Gaji Stafsus
Nadiem menegaskan, staf khusus menteri saat itu berasal dari pihak swasta, yang gajinya tiga kali lebih besar dibandingkan menjadi staf khusus.
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengungkap bahwa dirinya harus menomboki gaji staf khusus menteri (SKM) selama menjabat sebagai Mendikbudristek.
Nadiem menegaskan, staf khusus menteri saat itu berasal dari pihak swasta, yang gajinya tiga kali lebih besar dibandingkan menjadi staf khusus.
"Staf khusus tidak punya kesempatan itu karena bukan posisi struktural. Jadi saya di saya menghadapi suatu situasi di mana kalau saya tidak menomboki gaji mereka, mereka akan mengalami penurunan pendapatan 70 sampai 80 persen," ungkap Nadiem dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (11/5).
Kemudian, para staf khusus menteri juga tidak mendapatkan pemasukan lain seperti honor dan aktivitas, perjalanan dinas, dan lainnya.
"Jadi dalam situasi itu saya menggunakan uang pribadi saya untuk memberikan tambahan setiap bulan kepada SKM tersebut untuk memastikan bahwa anak-anak mereka, sewa apartemen mereka, dan lain-lain, kehidupan mereka masih bisa oke," sambungnya.
Meskipun sudah ditambahkan dengan uang pribadinya, Nadiem menyebut para staf khususnya masih mengalami penurunan pendapatan hingga 40 persen.
Tak sampai situ, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga mempertanyakan jumlah besaran uang yang diberikan Nadiem secara kepada staf khusus tersebut.
Nadiem menyebut dirinya tidak mengingat pasti berapa besaran nominalnya, diangka 15 hingga 20 juta.
"Saya tidak ingat persisnya. Mungkin kisaran antara 15 sampai 20 juta per bulan untuk semua SKM kalau tidak salah," jelas Nadiem.
Nadiem Tak Tahu Besaran Gajinya
Selain itu, jaksa juga mencecar Nadiem terkait gajinya sebagai Mendikbudristek. Terlebih, Nadiem juga memberikan uang tambahan kepada para staf khususnya.
"Saya tidak ingat, pak, gaji menteri berapa," kata Nadiem
"Makanya saya tanya kepada saudara, saudara berapa gajinya sebagai menteri? Saya pengen tahu," tanya kembali Jaksa.
Ngaku Tidak Ingat
"Sudah saya jawab kan, Pak. Saya tidak ingat," jawab Nadiem.
"Selama, selama 5 tahun saudara tidak ingat gaji saudara?," tanya Jaksa.
"Karena saya bekerja bukan untuk gaji," jawab Nadiem kembali.