FOTO: Everest Masih Menjadi Magnet Pendaki Dunia
Ratusan pendaki dunia bersiap menaklukkan Gunung Everest di tengah ancaman bongkahan es berbahaya dan meningkatnya biaya pendakian musim ini.
Ratusan pendaki dari berbagai negara mulai memadati jalur pendakian Gunung Everest pada musim pendakian tahun ini di tengah ancaman bongkahan es tidak stabil, tingginya biaya perjalanan, serta kenaikan tarif izin mendaki.
Sekitar 492 pendaki bersama jumlah yang hampir sama dari pemandu asal Nepal bersiap menuju puncak tertinggi dunia yang memiliki ketinggian hampir 8.850 meter. Mereka menunggu periode cuaca baik yang biasanya terjadi pada bulan Mei untuk memulai pendakian menuju puncak.
Aktivitas pendakian telah dimulai sejak April ketika para pendaki tiba di base camp yang berada di ketinggian sekitar 5.300 meter. Namun selama lebih dari dua pekan, perjalanan menuju jalur atas tertahan akibat keberadaan serac atau bongkahan es besar yang menggantung di jalur utama pendakian.
Serac tersebut berada di kawasan Khumbu Icefall, bagian gletser yang dikenal terus bergerak dan dipenuhi celah-celah dalam serta bongkahan es raksasa. Kondisi ini membuat kawasan tersebut menjadi salah satu jalur paling berbahaya dalam pendakian Everest.
Musim pendakian tahun ini tetap menarik minat pendaki meski situasi geopolitik global dan biaya perjalanan meningkat. Jumlah pendaki dari Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa dilaporkan menurun, sementara pendaki dari negara-negara Asia justru mengalami peningkatan.
Pendakian Everest tahun ini juga terpusat di jalur Nepal setelah China menutup akses pendakian dari sisi utara gunung yang berada di wilayahnya