Bertemu Researcher University Nottingham, Menhut Bahas Potensi Kerjasama Terkait Riset Karbon di Indonesia
Raja Juli Antoni mengatakan potensi karbon di Indonesia ini salah satunya terkait carbon capture and storage.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menerima kunjungan researcher asal Indonesia dari Universitas Nottingham, Inggris, Bagus Putra Muljadi. Pertemuan ini membahas potensi kerjasama dalam bidang penelitian terkait karbon di Indonesia.
“Pagi ini saya ketemu dengan tamu spesial, seorang researcher asal Indonesia dari Nottingham University. Kami tadi banyak bicara tentang kemungkinan kerjasama untuk research,” katanya usai melakukan pertemuan, Selasa (31/12).
Raja Juli Antoni mengatakan potensi karbon di Indonesia ini salah satunya terkait carbon capture and storage. Ia menilai riset yang mendalam juga dibutuhkan dalam hal ini.
“Terutama untuk potensi carbon di Indonesia termasuk di dalamnya carbon capture and storage yang sekarang sebenernya sudah ada perpresnya, tapi kita butuh riset yang lebih mendalam untuk bisa dilakukan,” tuturnya.
Pertemuan ini dilakukan di Pelataran Arborea Cafe, Komplek Kementerian Kehutanan. Dalam pertemuan itu, Raja Juli Antoni didampingi Direktur Jenderal PHL Dida Migfar Ridha, Direktur Jenderal KSDAE Satyawan Pudyatmoko beserta jajaran Kementerian Kehutanan.
Pentingnya Riset Bagi Indonesia
Pada kesempatan yang sama, Bagus Muljadi yang merupakan asisten profesor di Departemen Teknik Lingkungan dan Kimia Universitas Nottingham, Nottingham, Inggris, mengaku siap membantu dan memperkuat riset terkait potensi karbon di Indonesia.
Menurutnya, penguatan riset diperlukan agar Indonesia dapat mengambil kebijakan yang sesuai dengan kriteria luar negeri dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Seperti yang Pak Menteri sampaikan carbon capture and storage, carbon accumulation, itu semuanya masalah riset. Saya adalah peneliti di University Nottingham, yang bisa saya lakukan sebagai peneliti dan orang Indonesia dalah membawa serta institusi kami untuk memperkuat riset terkait hal-hal tersebu. Jadi potensi kerjasamanya bisa mengarah pada misal join research baik langsung maupun tidak langsung, atau dengan capacity building memperkuat agar Indonesia para public officialnya, policy makernya bisa melakukan kebijakan yang sesuai dengan kriteria dari luar negeri,” tuturnya.
“Kita bisa bekerjasama terkait potensi carbon storage di Indonesia tertutama di ladang-ladang migas atau geothermal, kita bisa berkontribusi untuk penguatan riset di lahan gambut. Indonesia adalah negara dengan gambut tropis yang sangat-sangat besar 14-15 juta hektare ada di sini, sebuah potensi yang luar biasa yang harus dikuatkan,” sambung Bagus.