Bendera Merah Putih Terbalik, Bupati Mamasa Imbau Publik Tak Menyudutkan Paskibraka
Bupati Mamasa Welem Sambolangi mengimbau masyarakat untuk tidak menyalahkan ataupun menghakimi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Insiden terbaliknya Bendera Merah Putih saat akan dikibarkan dalam Upacara HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, menjadi sorotan publik usai rekamannya viral di media sosial.
Menanggapi kejadian tersebut, Bupati Mamasa Welem Sambolangi mengimbau masyarakat untuk tidak menyalahkan ataupun menghakimi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang terlibat dalam insiden itu.
Dalam video yang diterima merdeka.com, Welem terlihat memberikan semangat kepada Paskibraka usai pelaksanaan Upacara HUT ke-80 RI, Minggu (17/8). Welem menyebut Paskibraka sudah bertugas dengan baik, meski ada insiden terbaliknya bendera merah putih saat akan dikibarkan.
"Terima kasih kepada anak-anak ku sekalian. Kamu sudah melaksanakan tugas. Bahwa ketika ada kekeliruan itu di luar kesengajaan," ujarnya, Senin (18/8).
Mantan Ketua DPRD Tana Toraja ini yakin Paskibraka tak ada niat membuat kesalahan dan sengaja. Ia pun meminta tidak ada pihak yang saling menyalahkan dan menghakimi.
"Tidak ada diantara kamu mencari-cari kesalahan. Tidak boleh ada yang kita salahkan dan tidak boleh ada yang kita hakimi. Karena, diantara kita tidak ada satupun yang mau salah," tegasnya.
Politisi Partai Golkar ini juga meminta agar tidak ada pihak yang melakukan perundungan terhadap Paskibraka 2025. Ia kembali menegaskan terjadinya kesalahan dan kekeliruan di luar kemampuan.
"Jangan ada yang di-bully dan jangan ada yang mem-bully. Semua, kita sudah mengambil tanggung jawab. Jika ada kesalahan atau kekeliruan itu di luar kemampuan kita," ucapnya.
Diketahui, usai upacara HUT ke-80 RI, beredar video tangis Paskibraka usai insiden terbaliknya bendera. Video tangis Paskibrakan tersebut juga viral di media sosial.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Panitia HUT ke-80 RI, Welem menduga Paskibra yang bertugas gugup, sehingga sempat bendera terbalik saat akan dikibarkan. Beruntung, insiden tersebut cepat diperbaiki.
"Mungkin gugup pengibar benderanya. Kesiapan tidak, karena dilakukan selama 2 minggu yang dilakukan oleh TNI-Polri," ucapnya.
Meski sempat terjadi insiden tersebut, Welem menyebut pelaksanaan Upacara HUT ke-80 RI berjalan dengan lancar dan khidmat. Ia mengaku insiden tersebut akan menjadi evaluasi ke depan.
"Ini adalah pelajaran berharga untuk Kabupaten Mamasa ke depan," katanya.