Cerita inspiratif yang layak dikenang.
Advertisement
Advertisement
Momen mengharukan terjadi usai upacara penurunan bendera merah putih di Alun-Alun Kota Madiun, Jawa Timur. Beberapa anggota paskibraka tak kuasa menahan tangis.
Air mata haru menandai selesainya tugas mereka. "Apalagi, mereka memikul tugas dan tanggung jawab cukup besar. Kerja keras 76 anggota Paskibra selama latihan beberapa bulan terakhir seakan terbayar sudah," dikutip dari akun Instagram @madiuntoday.id.
Advertisement
Advertisement
Sejumlah pegiat panjat tebing mengibarkan bendera di Tebing Kertoembo. Bendera 9x6 meter berhasil dikibarkan di dinding tebing sekitar pukul 10.00 WIB.
Bendera yang berkibar di ketinggian 50 meter bertepatan dengan detik-detik proklamasi itu digawangi oleh tujuh orang pemanjat tebing. Mereka adalah Ibnu Ali dan Anan dari Politeknik Negeri Madiun (PNM), Irul, Heri, dan Nanang dari BPBD Kota Madiun, Agung dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), dan satu orang lainnya dari masyarakat umum bernama Alvin. Lintang menceritakan ia dan kawan-kawan sudah melakukan sejumlah persiapan, sehingga tidak mengalami kendala berarti dalam mengibarkan bendera merah putih pada HUT ke-78 RI kemarin.
Advertisement
Momen haru lain ditemukan di perbatasan Kabupaten Bojonegoro dan Ngawi. Warga Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro mengarak puluhan meter bendera.
Arak-arakan bendera sepanjang 78 meter itu dilakukan oleh seluruh unsur masyarakat, mulai pelajar, tokoh adat, pejabat lokal, hingga masyarakat umum. Dari kawasan permukiman, mereka berjalan menuju tengah hutan untuk membentangkan 78 meter bendera merah putih. (Foto: Instagram @sneigiaa)