BEM SI Kerakyatan Batal Gelar Aksi Hari Ini, Pertimbangkan Situasi Terkini
Bukan tanpa alasan, Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan Muhammad Ikram mengungkap salah satu pertimbangan karena melihat situasi di lapangan.
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan membatalkan rencana aksi unjuk rasa yang sedianya digelar di Jakarta pada Selasa (2/8). Keputusan pembatalan ini diambil dengan mempertimbangkan situasi terkini dan sejumlah pertimbangan strategis internal.
Bukan tanpa alasan, Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan Muhammad Ikram mengungkap salah satu pertimbangan karena melihat situasi di lapangan yang dinilainya kurang kondusif.
"Melihat kondisi di wilayah Jakarta dan beberapa daerah yang semakin abstrak dan tidak kondusif karena banyaknya kerusuhan, itu adalah tindakan yang jauh dari harapan kami," kata Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan Muhammad Ikram dalam keterangannya, Senin (1/9) malam.
Dia menyampaikan, demontrasi tetap akan digelar. Namun, bukan pada esok hari melainkan menunggu momentum yang tepat.
"Daripada itu kami memilih untuk mundur selangkah dan memastikan kalau tetap bakal ada aksi di waktu yang tepat guna tersampaikannya aspirasi dan keresahan ini dengan baik," ucap dia.
Sebelumnya, rencana aksi dari aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan diumumkan lewat salah satu akun media sosial twitter. Aksi bertajuk 'Indonesia C(emas) Jilid II' membawa 11 tuntutan. Salah satunya mendesak penggesahan Undang-Undang perampasan aset.