DLH Kalsel Libatkan Ratusan Mahasiswa KKN dalam Edukasi Pengelolaan Sampah di Masyarakat
Ratusan mahasiswa KKN Tematik Lingkungan Hidup 2026 ditugaskan DLH Kalsel untuk mengedukasi masyarakat Banjarbaru dan Tanah Bumbu mengenai Edukasi Pengelolaan Sampah, memperkuat upaya pengurangan sampah dari sumber.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan menugaskan 534 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Lingkungan Hidup 2026 untuk mengedukasi masyarakat. Program ini berfokus pada Edukasi Pengelolaan Sampah di Banjarbaru dan Tanah Bumbu. Tujuannya adalah memperkuat upaya pengurangan sampah langsung dari sumbernya, menghadapi tantangan lingkungan di wilayah tersebut.
Kepala DLH Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, menjelaskan bahwa KKN Tematik ini merupakan sinergi penting antara Pemerintah Provinsi Kalsel, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kapasitas mahasiswa serta mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Penugasan ini dilakukan pada Jumat, 4 Juli 2026, setelah pembekalan intensif yang memadukan teori dan praktik lapangan. Mahasiswa akan melaksanakan KKN selama 30 hari ke depan. Hal ini merupakan respons terhadap persoalan sampah yang masih menjadi salah satu tantangan utama di Kalimantan Selatan.
Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan Lingkungan
Melalui KKN Tematik, mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan yang efektif di tengah masyarakat. Mereka akan mendorong warga untuk memilah sampah langsung dari sumbernya. Edukasi ini juga mencakup penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) secara konsisten.
Selain itu, program ini berupaya mengembangkan ekonomi sirkular berbasis masyarakat. Mahasiswa akan membantu memperkuat peran bank sampah dan tempat pengolahan sampah dengan prinsip 3R (TPS3R). Ini adalah langkah konkret untuk mengurangi timbulan sampah secara signifikan.
Rahmat Prapto Udoyo berharap pengalaman lapangan yang diperoleh mahasiswa dapat direalisasikan untuk mengedukasi masyarakat secara lebih efektif. Partisipasi aktif warga sangat dibutuhkan dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program ini.
Tantangan Timbulan Sampah dan Keterlibatan Masyarakat
Persoalan sampah masih menjadi salah satu tantangan utama di Kalimantan Selatan, sehingga penanganan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan. Kondisi ini menyoroti pentingnya peran serta masyarakat dalam Edukasi Pengelolaan Sampah.
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, timbulan sampah di Kota Banjarbaru mencapai sekitar 199 ton per hari. Sementara itu, Kabupaten Tanah Bumbu mencatat sekitar 198 ton sampah per hari. Angka-angka ini menunjukkan skala permasalahan yang memerlukan penanganan serius dan terkoordinasi.
Kondisi timbulan sampah yang tinggi tersebut menegaskan bahwa penanganan sampah membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Tanpa partisipasi warga, upaya pemerintah akan kurang optimal. Oleh karena itu, program KKN Tematik ini sangat relevan untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan nyata.
Pembekalan Komprehensif untuk KKN Tematik
Sebelum terjun ke lapangan, DLH Kalsel memberikan pembekalan menyeluruh kepada 534 mahasiswa KKN. Pembekalan ini memadukan materi teori dan praktik lapangan. Materi yang disampaikan meliputi kebijakan pengelolaan sampah berbasis 3R dan strategi pengurangan sampah yang efektif.
Mahasiswa juga dibekali dengan pengetahuan mengenai penghitungan timbulan sampah. Mereka melakukan kunjungan langsung ke berbagai fasilitas pengelolaan sampah. Lokasi kunjungan termasuk PDU Guntung Paikat, bank sampah, TPS3R, dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Banjarbakula.
Kunjungan ini bertujuan agar mahasiswa memahami sistem persampahan di Kalimantan Selatan secara menyeluruh. Dengan pemahaman yang komprehensif, diharapkan mereka dapat mengedukasi masyarakat dengan lebih baik. Pembekalan ini menjadi fondasi penting bagi keberhasilan misi Edukasi Pengelolaan Sampah mereka.
Mewujudkan Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan
DLH Kalsel berharap KKN Tematik Lingkungan Hidup Tahun 2026 mampu melahirkan generasi muda yang unggul secara akademik dan menjadi penggerak perubahan. Mahasiswa diminta untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Mereka juga diharapkan menjadi teladan dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Selain itu, peserta KKN diinstruksikan untuk menyusun program yang dapat dilanjutkan oleh masyarakat setelah KKN berakhir. Hal ini penting agar manfaat program tetap dirasakan secara berkelanjutan. Tujuannya adalah mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan di masa depan.
Harapan besar diletakkan pada para mahasiswa untuk memperkuat partisipasi warga dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih. Melalui Edukasi Pengelolaan Sampah yang masif dan terstruktur, Kalsel dapat mencapai target pengurangan sampah. Ini adalah langkah krusial menuju Kalimantan Selatan yang lestari.
Sumber: AntaraNews