KLH Salurkan Ribuan Tong, Perkuat Pemilahan Sampah Kalsel di Tingkat Rumah Tangga

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama DLH Kalsel menyalurkan lebih dari 2.000 tong sampah di Banjarbaru dan Banjarmasin, memperkuat gerakan pemilahan sampah Kalsel dari rumah tangga untuk lingkungan yang lebih bersih dan lestari.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KLH Salurkan Ribuan Tong, Perkuat Pemilahan Sampah Kalsel di Tingkat Rumah Tangga
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama DLH Kalsel menyalurkan lebih dari 2.000 tong sampah di Banjarbaru dan Banjarmasin, memperkuat gerakan pemilahan sampah Kalsel dari rumah tangga untuk lingkungan yang lebih bersih dan lestari. (AntaraNews)

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan (DLH Kalsel) telah menyalurkan lebih dari 2.000 unit tong dan ember. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung upaya pemilahan sampah di tingkat rumah tangga di Kota Banjarbaru dan Banjarmasin. Inisiatif ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih efektif.

Kepala DLH Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, menyatakan bahwa penyaluran ini bertujuan mendorong perubahan perilaku masyarakat. Pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari sumbernya, yaitu dari setiap rumah tangga. Hal ini ditekankan sebagai fondasi utama menuju lingkungan yang lebih bersih.

Pemilahan sampah sejak awal akan mempermudah proses pengelolaan selanjutnya, termasuk pengurangan timbulan sampah dan kegiatan daur ulang. Inisiatif ini juga menjadi stimulus dan edukasi bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

Mendorong Perubahan Perilaku dan Tanggung Jawab Bersama

Rahmat Prapto Udoyo menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam mengelola sampah. “Melalui penyaluran ember dan tong sampah ini, kami ingin mendorong masyarakat agar mulai melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga, karena pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari sumbernya,” ujarnya.

Pemilahan yang dilakukan sejak dini memiliki dampak besar terhadap efisiensi pengelolaan. Langkah ini krusial untuk meminimalkan volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir. Selain itu, pemilahan juga mendukung proses daur ulang dan pengolahan sampah yang lebih ramah lingkungan.

Bantuan ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga sebagai bentuk edukasi berkelanjutan. “Bantuan tersebut juga menjadi bentuk stimulus sekaligus edukasi kepada masyarakat bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama,” tambah Rahmat. Ini menekankan bahwa kebersihan lingkungan adalah tugas kolektif.

Infrastruktur dan Edukasi untuk Pemilahan Optimal

Lebih dari 2.000 unit tong dan ember telah didistribusikan secara strategis di dua kota utama Kalimantan Selatan. Penyaluran ini mencakup area padat penduduk di Kota Banjarbaru dan Banjarmasin. Fasilitas ini diharapkan dapat memfasilitasi warga dalam memilah sampah organik dan anorganik.

DLH Kalsel secara aktif mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disalurkan dengan optimal. Masyarakat diimbau untuk membiasakan diri memilah sampah organik dan anorganik dalam aktivitas sehari-hari. Konsistensi dalam praktik ini sangat dibutuhkan untuk mencapai hasil maksimal.

Penerapan pemilahan sampah secara konsisten di tingkat rumah tangga akan memberikan dampak signifikan. Hal ini tidak hanya meningkatkan kebersihan lingkungan secara langsung, tetapi juga secara substansial mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA). Keberlanjutan TPA sangat bergantung pada pengurangan volume sampah yang masuk.

Mewujudkan Lingkungan Bersih dan Lestari di Kalimantan Selatan

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah berkelanjutan di Kalimantan Selatan. Harapannya, melalui program ini, lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari dapat terwujud. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas hidup masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, KLH, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Partisipasi aktif dari setiap rumah tangga akan menjadi pilar utama dalam menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang efektif. Sinergi ini penting untuk mencapai tujuan bersama.

“Dengan upaya tersebut, diharapkan mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah berkelanjutan dan mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, serta lestari di Kalimantan Selatan,” pungkas Rahmat. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen pemerintah terhadap masa depan lingkungan Kalsel.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi