Sejumlah elemen mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) kembali turun ke jalan.
Mereka akan melakukan aksi unjuk rasa di sekitar kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat pada Kamis (20/2).
Koordinator Pusat BEM SI, Herianto menyebut, aksi akan dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB. Adapun, konsentrasi massa akan terpusat di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat.
"Kumpul di IRTI dan Monas jam 13.00 WIB, mulai aksi jam 14.00 WIB," kata dia dalam keterangan, Kamis (20/2)
Herianto turut menanggapi imbauan polisi soal tidak adanya aksi unjuk rasa saat pelantikan kepala daerah berlangsung. Dia ogah menuruti imbauan tersebut.
"Kita akan tetap demo karena itu sebuah momentum dengan hari pelantikan kepala daerah," ujar dia.
Berikut tuntutan aksi demo hari ini
1. Kaji Ulang Inpres No. 1 Tahun 2025 !
2. Tranparansi Status Pembangunan dan pajak rakyat !
3. Evaluasi Besar - Besaran Makan Bergizi Gratis !
4. Tolak Revisi UU Minerba yang bermasalah !
5. Tolak Dwifungsi TNI !
6. Sahkan RUU Perampasan Aset !
7. Tingkatkan Kualitas Pendidikan & Kesehatan secara Nasional !
8. Tolak impunitas & Tuntaskan HAM berat !
9. Tolak cawe-cawe Jokowi dalam pemerintahan Prabowo
Polisi Terjunkan Ratusan Personel Kawal Demo
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pihaknya menurunkan ratusan personel guna mengamankan aksi unjuk rasa pada hari ini.
"Data pam (pengamanan) unjuk rasa 588 personel gabungan," kata dia.
Susatyo menyebutkan, personel gabungan tersebut dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemda DKI dan instansi terkait. Susatyo mengatakan, pihaknya juga menyiapkan skenario pengalihan arus lalu lintas, Susatyo mengatakan sifatnya situasional, tergantung dinamika dan situasi di lapangan.
"Apabila jumlah massanya tidak banyak, lalu lintas normal seperti biasa. Kita lihat nanti jumlah massanya, bila nanti di sekitaran bundaran Patung Kuda Monas itu massanya cukup banyak dan eskalasi meningkat, maka arus lintas akan dialihkan, dihimbau kepada warga yang akan melintas sekitar Monas agar mencari jalan alternatif untuk menghindari penumpukan kendaraan disekitar Patung Kuda," ujar dia.
Susatyo mengingatkan kepada seluruh personel yang terlibat pengamanan selalu bertindak persuasif, tidak memprovokasi dan terprovokasi, mengedepankan negosiasi, pelayanan yang humanis serta menjaga keamanan dan keselamatan.
Susatyo juga mengimbau kepada para koordinator lapangan (korlap) dan orator untuk melakukan orasi dengan santun dan tidak memprovokasi massa.
"Lakukan unjuk rasa dengan damai, tidak memaksakan kehendak, tidak anarkis dan tidak merusak fasilitas umum. Hormati dan hargai pengguna jalan yang lain yang akan melintas di bundaran Patung Kuda Monas, dan beberapa lokasi lainnya," ungkapnya.
"Personel yang terlibat pengamanan tidak ada yang membawa senjata api. Hormati dan hargai saudara kita yang akan menyampaikan pendapatnya dimuka dengan humanis dan profesional," tandas dia.
Rekayasa Lalin
Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan ribuan personel gabungan untuk pengamanan secara terpadu dengan mengedepankan upaya preventif, dan penegakan hukum guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
"Total 2.802 personel pengamanan," ucap Ade.
Ade menyebut personel nantinya akan tersebar di kawasan Istana negara, Monas dan juga kawasan DPR/MPR RI. Rinciannya personel yang dikerahkan terdiri dari Satgasda 2.052 personel; Satgasres 150 personel; dan 600 personel dari BKO, TNI dan Pemda.
Selain itu, Polda Metro juga akan melakukan rekayasa lalu lintas di sekitaran lokasi itu, namun rekayasa itu nantinya akan bersifat situasional. Para pengguna jalan dihimbau mencari rute alternatif untuk menghindari kemacetan.
"Masyarakat diharapkan menghindari kawasan pelantikan dan mencari jalur alternatif guna mengurangi kepadatan lalu lintas," himbau Ade Ary.
Berikut Penerapan Rekayasa Lalu Lintas Saat Pelantikan Kepala Daerah
1. Arus lalu lintas dari Jalan Veteran Raya yang akan menuju Jalan Veteran III diluruskan ke TL Harmoni
2. Arus lalu lintas dari Jalan Medan Merdeka Timur yang akan menuju Jalan Medan Merdeka Utara atau Istana Negara dibelokkan ke kanan ke Jalan Perwira
3. Arus lalu lintas dari Jalan Ridwan Rais yang akan menuju Jalan Medan Merdeka Selatan diluruskan ke Jalan Medan Merdeka Timur
4. Arus lalu lintas dari Jalan MH Thamrin yang akan menuju Bundaran Patung Kuda dibelokkan ke kiri atau ke kanan ke Jalan Kebon Sirih
5. Arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis yang akan belok kiri ke Jalan Budi Kemuliaan diluruskan ke Jalan Fachrudin dan arus lalu lintas dari Jalan Fachrudin yang akan belok kanan ke Jalan Budi Kemuliaan diluruskan ke Jalan Abdul Muis
6. Arus lalu lintas dari Jalan Hayam Wuruk yang akan lurus ke Jalan Majapahit dibelokkan kiri ke Jalan Juanda dan arus lalu lintas dari Jalan Suryo Pranoto yang akan menuju Jalan Majapahit dibelokkan ke kiri Jalan Gajah Mada atau diluruskan ke Jalan Ir H Juanda
7. Arus lalu lintas dari Jalan Katedral yang akan menuju ke Jalan Veteran dibelokkan ke kanan arah Pasar Baru
8. Arus lalu lintas dari Jalan Veteran Raya yang akan menuju ke Jalan Veteran I diluruskan ke arah TL Harmoni
9. Arus lalu lintas dari Jalan Veteran Raya yang akan menuju ke Jalan Veteran II diluruskan ke arah TL Harmoni.
Advertisement