Pasangan panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Rajiah Sallsabillah, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih medali perunggu pada nomor estafet speed putri di ajang World Climbing Series Krakow 2026. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan di Krakow, Polandia, pada Minggu, 5 Juli 2026, menandai akhir dari rangkaian seri yang berlangsung sejak 3 Juli. Keberhasilan ini menambah koleksi medali bagi kontingen Indonesia di kancah internasional.
Desak dan Rajiah, yang turun sebagai tim INA 1, menunjukkan performa impresif sepanjang turnamen. Mereka berhasil mengamankan posisi podium setelah mengalahkan wakil Spanyol, Leslie Adriana Romero Perez dan Carrla Martinez Vidal, dalam perebutan medali perunggu. Kemenangan ini menjadi bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi atlet panjat tebing Indonesia di panggung dunia.
Dalam pertandingan penentuan medali perunggu tersebut, pasangan Indonesia mencatatkan waktu yang sangat kompetitif. Mereka berhasil menyelesaikan lintasan dengan waktu 13,14 detik, unggul tipis dari pasangan Spanyol yang membukukan waktu 13,52 detik. Hasil ini memastikan Indonesia membawa pulang medali perunggu yang membanggakan dari World Climbing Series Krakow 2026.
Advertisement
Advertisement
Perjalanan Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Rajiah Sallsabillah menuju podium perunggu tidaklah mudah. Mereka harus bersaing ketat dengan atlet-atlet terbaik dunia dalam nomor estafet speed putri. Dalam bronze medal race, pasangan Indonesia ini menunjukkan konsistensi dan kecepatan yang luar biasa.
Saat berhadapan dengan Leslie Adriana Romero Perez dan Carrla Martinez Vidal dari Spanyol, Desak dan Rajiah berhasil mempertahankan fokus. Dengan catatan waktu 13,14 detik, mereka berhasil mengungguli lawan mereka yang mencatatkan 13,52 detik. Kemenangan ini merupakan hasil dari strategi yang matang dan eksekusi yang sempurna dari kedua atlet.
Keberhasilan Desak dan Rajiah ini juga menjadi sorotan mengingat ketatnya persaingan di nomor estafet speed. Mereka berhasil membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam olahraga panjat tebing. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi atlet-atlet muda lainnya untuk terus berprestasi di tingkat internasional.
Advertisement
Advertisement
Sementara itu, medali emas nomor estafet speed putri berhasil diraih oleh wakil China 1, Yefei Zhoe dan Lijuan Deng. Mereka tampil dominan dengan mengalahkan wakil Polandia 2, Aleksandra Kalucka dan Natalia Kalucka, di babak final. Pasangan China mencatatkan waktu tercepat 12,89 detik, sedangkan wakil Polandia harus puas dengan medali perak setelah membukukan waktu 14,00 detik.
Prestasi Desak dan Rajiah di nomor estafet speed putri melengkapi penampilan kuat kontingen Indonesia pada World Climbing Series Krakow 2026. Sebelumnya, Desak Made Rita Kusuma Dewi juga telah menunjukkan kehebatannya dengan merebut medali emas pada nomor speed perseorangan putri. Ia mengalahkan Natalia Kalucka dari Polandia dengan waktu 6,54 detik berbanding 6,62 detik.
Tidak hanya itu, Indonesia juga membawa pulang medali dari nomor individu putra melalui Raharjati Nursamsa yang meraih perunggu. Raharjati mencatatkan waktu 4,79 detik dalam babak perebutan medali. Selain itu, Antasyafi Robby Al Hilmi bersama Desak Made Rita Kusuma Dewi juga berhasil meraih medali perak pada nomor estafet campuran, menunjukkan kedalaman talenta Indonesia di berbagai kategori. Sayangnya, pasangan Indonesia lainnya (INA 2) yang diwakili Kadek Adi Asih dan Berthdigna Devi Surya Kusuma harus puas di urutan ke-20 setelah mengalami fall.
Advertisement
Advertisement
World Climbing Series Krakow 2026 telah menjadi ajang penting bagi para atlet panjat tebing untuk menguji kemampuan mereka di tingkat global. Diselenggarakan pada tanggal 3 hingga 5 Juli di Krakow, Polandia, kompetisi ini mempertandingkan nomor speed dan speed relay.
Ajang ini tidak hanya menjadi panggung bagi para atlet untuk meraih medali, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mencetak rekor baru. Emma Hunt dari Amerika Serikat, misalnya, berhasil mencetak rekor dunia baru di nomor speed putri dengan catatan waktu 5,99 detik di babak perempat final, menjadi wanita pertama yang menembus batas enam detik. Meskipun demikian, Desak Made Rita Kusuma Dewi tetap berhasil meraih emas di final individu putri setelah Emma Hunt terpeleset.
Partisipasi dan keberhasilan Indonesia dalam ajang ini menegaskan posisi negara sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan dalam olahraga panjat tebing dunia. Dengan berbagai medali yang berhasil diraih, Indonesia menunjukkan bahwa pembinaan atlet telah berjalan dengan baik dan mampu menghasilkan talenta-talenta berprestasi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews