Barang Penumpang Tertinggal di Kereta Api Yogyakarta Mencapai Rp1,8 Miliar, ini Rinciannya
Barang bawaan penumpang merupakan tanggung jawab pemiliknya atau penumpang itu sendiri.
Ratusan barang milik penumpang dilaporkan oleh PT KAI Daop 6 Yogyakarta tertinggal di kereta api (KA). Daop 6 Yogyakarta mencatat sepanjang Januari hingga Oktober 2025 nilai barang milik penumpang yang tertinggal di KA mencapai angka Rp 1,8 miliar.
Manajer Humas KAI Daop 6, Feni Novida Saragih mengatakan sistem Lost and Found yang dimiliki KAI merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan pelanggan selama menggunakan layanan kereta api.
Meski demikian Feni mengingatkan kepada pelanggan kereta api untuk senantiasa memperhatikan barang bawaan saat berada di stasiun maupun saat akan meninggalkan kereta api. Barang bawaan penumpang merupakan tanggung jawab pemiliknya atau penumpang itu sendiri.
“KAI Daop 6 Yogyakarta mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk senantiasa memeriksa kembali barang bawaannya saat akan meninggalkan stasiun atau setelah turun dari kereta api. Namun, apabila terjadi kejadian ketinggalan barang bawaan, masyarakat dapat menghubungi petugas stasiun atau mengakses layanan Lost & Found KAI secara langsung atau menghubungi Contact Center KAI 121 untuk proses tindak lanjut," kata Feni, Jumat (28/11).
Perhatikan Barang Bawaan
Feni menambahkan, KAI Daop 6 Yogyakarta secara aktif terus mengimbau seluruh penumpang untuk lebih memperhatikan barang bawaannya, baik saat menunggu di stasiun maupun selama perjalanan.
Petugas announcer KAI, kata Fenin, juga secara berkala menyampaikan peringatan agar penumpang tidak meninggalkan dan senantiasa menjaga barang pribadi di kursi, rak bagasi, atau area publik lainnya.
Feni merinci pada periode Januari sampai Oktober 2025 ada 994 item barang milik penumpang yang tertinggal. 994 item barang ini ditaksir mencapai angka Rp1,8 miliar.
"Dari periode Januari-Oktober 2025 ada total 994 item barang dengan total nilai Rp1,8 miliar. Sebanyak 84% barang sudah diambil pemiliknya, sisanya masih proses verifikasi," kata Feni.
Barang yang Tertinggal Paling Banyak Laptop hingga Dompet
Menurutnya, barang yang tertinggal paling banyak barang berharga seperti laptop, telepon genggam, dompet, hingga powerbank.
Feni mengatakan bahwa manajemen waktu dianggapnya penting saat penumpang melakukan perjalanan dengan KA. Manajemen waktu yang baik disebut Feni akan membuat penumpang bisa fokus pada barang bawaannya dan menghindari adanya barang tertinggal.
“Perhatikan jadwal keberangkatan, bawalah barang pribadi secukupnya dan datang lebih awal supaya penumpang lebih fokus dan tidak terburu-buru, untuk menimalisir risiko barang bawaan tertinggal. Begitu juga saat akan turun dari KA, agar fokus dan pastikan lagi barang bawaan sebelum turun,” imbau Feni.
Barang Bawaan Tanggung Jawab Masing-Masing Individu
Feni menerangkan barang bawaan penumpang merupakan tanggung jawab masing-masing individu, namun KAI tetap menjadikan keamanan dan kenyamanan pelanggan sebagai prioritas layanan salah satunya dengan adanya sistem Lost & Found.
Barang yang tertinggal langsung didata dan dimasukkan ke dalam sistem Lost and Found KAI. Barang penumpang yang tertinggal dan telah diamankan dapat diambil kembali oleh pemiliknya setelah melalui proses verifikasi sesuai prosedur yang berlaku.
"Melalui pelayanan yang adaptif dan berorientasi pada pelanggan, KAI berharap masyarakat semakin menjadikan kereta api sebagai pilihan transportasi," tutup Feni.