Bahlil Bantah Kerusakan Pulau Piaynemo Akibat Tambang
Bahlil memastikan, kondisi pulau tersebut masih baik dan tidak seperti yang digambarkan dalam unggahan viral.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah isu kerusakan lingkungan di Pulau Piaynemo, Raja Ampat, Papua Barat Daya, yang sempat viral di media sosial. Ia menyebut informasi yang beredar sebagai hoaks dan tidak mencerminkan kondisi nyata di lapangan.
"Jadi kalau kita lihat di media sosial, seolah-olah, Piaynemo ini adalah pusat pariwisatanya Raja Ampat. Ini geopark-nya Raja Ampat. Dan seolah-olah ini sudah menjadi, mohon maaf, kerusakan lingkungan. Seolah-olah," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (10/6).
Dalam kesempatan itu, Bahlil memperlihatkan foto dan video terbaru dari kunjungannya ke Pulau Piaynemo. Ia memastikan, kondisi pulau tersebut masih baik dan tidak seperti yang digambarkan dalam unggahan viral.
"Saya harus menyampaikan juga hasil kunjungan kami, bahwa gambar... gambar dari pulau Paiyanemo, ini. Coba videonya, video. Nah ini adalah hasil gambar terakhir Paiyanemo. Dan ini adalah gambar-gambar terakhir," jelasnya sambil menunjukkan dokumentasi visual.
Ia meminta masyarakat lebih berhati-hati dan bijak dalam menanggapi informasi yang tersebar di ruang publik.
"Tolong kita juga harus hati-hati, kita harus bijak, bisa membedakan mana yang sesungguhnya, mana yang tidak benar. Karena kita semua ingin untuk Indonesia baik," kata Bahlil.
Kunjungan ke PT Gag Nikel
Selain Piaynemo, Bahlil juga menyinggung kunjungannya ke PT Gag Nikel di Pulau Gag, Raja Ampat. Ia mengatakan, perusahaan tersebut saat ini mendampingi sekitar 700 warga atau sekitar 300 kepala keluarga (KK) yang tinggal di pulau itu.
"Saya langsung turun ke lapangan... saya ke PT Gag, itu menemui jumlah total masyarakat di Pulau Gag, itu kurang lebih sekitar 700 orang, dan 300 KK," terangnya.
Ia membantah adanya pencemaran laut atau kerusakan terumbu karang akibat aktivitas tambang. Bahkan menurutnya, 130 hektare lahan di Pulau Gag telah direklamasi dan 54 hektare dikembalikan ke negara.
"Ini lautnya. Ini adalah proses untuk bagaimana melakukan AMDAL yang baik. Jadi, sangatlah mohon maaf, tidak objektif, kalau ada gambar lain yang kurang pas," pungkas Bahlil.