Pemerintah mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) empat perusahaan pertambangan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan empat perusahaan tambang tersebut, yaitu PT. Kawei Sejahtera Mining, PT Mulia Raymond Perkasa, PT. Anugerah Surya Pratama dan PT. Nurham.
Menteri ESDM Bahlil bersama Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya dan Setneg Prasetyo Hadi menjelaskan IUP milik perusahaan tambang. Terlihat Teddy tampak melirik tajam ketika Bahlil bicara.
Adapun empat perusahaan tambang tersebut terbukti tidak memiliki rencana kerja dan anggaran biaya atau RKAB, pada kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. RKAB meliputi pengusahaan, aspek teknik, dan aspek lingkungan.
Advertisement
Tinjau Langsung ke Lokasi
Bahlil sempat diminta Presiden Prabowo untuk meninjau langsung ke lokasi dan memastikan izin kegiatan pertambangan tersebut. Menurut Bahlil, dari 5 perusahaan hanya 1 yang beroperasi resmi dengan RKAB. Sehingga 4 perusahaan lainnya harus disetop operasionalnya.
"Saya harus sampaikan bahwa dari 5 IUP yang beroperasi, yang mempunyai RKAB, itu hanya 1 IUP yang beroperasi, yaitu PT Gag Nikel. Yang lainnya di 2025 belum mendapat RKAB. Setelah itu kita menyetop."
"Kami juga berkoordinasi dengan Pak Seskab dan Bapak Presiden, diperintahkan untuk langsung turun meninjau ke lokasi," kata Bahlil.
Bahlil ingin memastikan bahwa perusahaan tambang memang tidak mengganggu kawasan geopark dan kejelasan lokasinya.
"Kenapa ini kita lakukan, Bapak Ibu semua? Kita ingin tahu kondisi yang sesungguhnya apa sih sebenarnya. Jadi kalau kita lihat di media sosial, seolah-olah Payemo ini adalah pusat perwisatannya Raja Ampat. Ini geoparknya Raja Ampat. Dan seolah-olah ini sudah menjadi, mohon maaf, kerusakan lingkungan.
"Seolah-olah waktu kita belum turun. Nah, ini ada 5 PT. Di mana PT Nurham, lokasinya di sini. PT Anugrah Surya Pertama di sini. PT KW Sejahtera Maining di sini. PT Mulia Raymond Perkasa itu di sini. PT Gagnikel di sini," ucap Bahlil.
Advertisement
Hoax Gambar Tambang Raja Ampat
Bahlil menyoroti beredarnya foto kondisi di Raja Ampat yang diduga rusak akibat aktivitas tambang. Dengan tegas, Bahlil menolak kebenaran foto tersebut usai meninjau langsung ke lokasi.
"Bapak-Ibu semua, saya harus menyampaikan juga, hasil kunjungan kami, bahwa gambar, coba kasih keluar gambar dong. Gambar dari Pulau Payanemo, ini, coba videonya, video. Ini adalah hasil gambar terakhir. Dan ini adalah gambar-gambar terakhir."
Bahlil meminta agar semua pihak bijaksana dalam mengonsumsi berita yang beredar dan tidak termakan berita bohong.
"Jadi, mohon kepada saudara-saudara saya, sebangsa nasi tanah air, dalam menyikapi berbagai informasi, tolong kita juga harus hati-hati, kita harus bijak, bisa membedakan mana yang sesungguhnya, mana yang tidak benar."