Arus Balik Lebaran 2026 Padat, Penjual Lemang Raih Berkah Ekonomi
Jutaan pemilir memadati jalur transportasi saat Arus Balik Lebaran 2026, sementara penjual lemang menikmati berkah ekonomi dari peningkatan permintaan.
Setelah lebih dari sepekan menikmati libur Lebaran, jutaan masyarakat yang sempat pulang kampung kini bersiap kembali ke kota perantauan. Arus balik Lebaran 2026 telah memuncak, dengan berbagai moda transportasi dipadati pemilir menuju Jakarta dan kota-kota besar lainnya.
Pergerakan masif ini terjadi menjelang berakhirnya masa libur Lebaran 2026 pada Jumat (27/3). Pihak kepolisian dan penyedia layanan transportasi menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas demi kelancaran perjalanan para pemilir.
Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo bahkan melakukan pengecekan langsung di Pelabuhan Bakauheni untuk memastikan kelancaran telekomunikasi. Selain itu, momen Lebaran juga membawa berkah ekonomi bagi sejumlah sektor, seperti penjual lemang di Sumatera Barat.
Lonjakan Arus Balik di Jalur Darat dan Udara
Untuk mendukung kelancaran Arus Balik Lebaran 2026, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow di ruas Tol Jakarta–Cikampek dari KM 70 hingga KM 47 arah Jakarta. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri juga menerapkan skema one way tahap dua presisi dari KM 263 Tol Pejagan hingga KM 70 Tol Cikampek Utama.
Data PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sekitar 2,3 juta kendaraan telah memasuki Jakarta hingga pukul 06.00 WIB pada Jumat (27/3). Sementara itu, Gerbang Tol Kalikangkung di Jawa Tengah masih menunjukkan peningkatan trafik kendaraan secara bertahap, mencapai 2.617 kendaraan per jam pada pukul 08.00–09.00 WIB.
Di sektor transportasi darat, Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, mencatat kedatangan 2.815 pemilir dengan 470 bus hingga Jumat pukul 12.00 WIB. Terminal Kampung Rambutan melayani 1.665 penumpang tiba menggunakan 83 bus AKAP, sedangkan Terminal Kalideres mencatat 1.305 penumpang tiba, meskipun jumlahnya sedikit melandai dibandingkan hari sebelumnya.
Arus balik juga terlihat signifikan di transportasi udara, dengan Bandara Internasional Batam mencatat arus balik tertinggi sepanjang periode posko Lebaran tahun ini, mencapai 18.897 orang.
Kepadatan Penumpang Kereta Api dan Laut
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop I Jakarta mencatat kedatangan penumpang di berbagai stasiun wilayah operasionalnya mencapai 51.975 orang per 27 Maret 2026 pukul 09.00 WIB. Stasiun Pasar Senen menjadi yang tertinggi dengan 18.745 penumpang, diikuti oleh Stasiun Gambir.
PT KAI Daop 3 Cirebon mengantisipasi gelombang kedua arus balik yang diprediksi terjadi pada 28–30 Maret 2026, seiring dimulainya kembali kegiatan sekolah. PT KAI Daop 8 memproyeksikan jumlah penumpang arus balik pada Jumat mencapai 47.958 orang, dengan Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, dan Malang menjadi stasiun dengan volume penumpang tertinggi.
Minat masyarakat menggunakan kereta cepat juga tinggi, dibuktikan dengan tingginya angka penjualan tiket Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyebut ini mencerminkan kepercayaan publik terhadap layanan tersebut.
Selain itu, transportasi laut juga mengalami peningkatan, dengan PT Pelni mencatat kedatangan 826 penumpang KM Dobonsolo dari Makassar dan 1.318 penumpang KM Bukit Raya dari Midai di Pelabuhan Tanjung Priok. PT Pelni memproyeksikan peningkatan jumlah penumpang angkutan Lebaran sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Berkah Lebaran untuk Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Libur Lebaran 2026 tidak hanya tentang arus balik, tetapi juga membawa berkah bagi sektor pariwisata. Kunjungan ke Telaga Sarangan di Magetan, Jawa Timur, mencapai 69.773 wisatawan selama periode 18–25 Maret 2026, dengan puncak kunjungan pada 24 Maret mencapai 19.016 orang.
Di Jakarta, kawasan wisata Ancol menjadi pilihan utama masyarakat, mencatat total 266.668 pengunjung selama periode libur dan cuti Idul Fitri 1447 Hijriah, yaitu sejak 21 hingga 26 Maret 2026.
Momen Lebaran juga memberikan dampak positif pada ekonomi lokal, salah satunya dirasakan para penjual lamang bambu atau lemang hitam di Nagari Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Penjualan lemang selama Lebaran mencapai lebih dari 3.000 batang.
Pengelola Rumah Produksi Kelompok Tani Muaro Danau Diatas, Sisri Parida, mengungkapkan bahwa permintaan meningkat signifikan dari rata-rata 40–60 batang per hari menjadi 200–400 batang per hari. Ini seiring tingginya kebutuhan masyarakat akan hidangan tradisional berbahan beras hitam dalam tradisi keluarga Minangkabau.
Sumber: AntaraNews