Program Mudik ke Jakarta dari Pemprov Dinilai Hidupkan Ekonomi Kota Saat Musim Libur
Wahyuningsih menilai, kombinasi promosi secara online dan offline yang dilakukan sangat efektif dalam membangun awareness publik.
Program 'Mudik ke Jakarta' yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menuai berbagai respons positif. Program ini dianggap sukses mengubah narasi Lebaran dari sekadar arus keluar Jakarta, menjadi peluang wisata dan ekonomi bagi Ibu Kota.
Pengamat Komunikasi Wahyuningsih Subekti menilai, strategi komunikasi yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta dalam mempromosikan program ini sangat cerdas dan inovatif.
Menurut Wahyuningsih, selama ini narasi Lebaran selalu identik dengan orang yang keluar dari Jakarta menuju kampung halaman. Gubernur telah mengubah pola pikir tersebut dengan menawarkan Jakarta sebagai destinasi wisata yang menarik.
“Pak Gubernur tidak hanya bicara soal mengurai macet, tetapi juga menghidupkan ekonomi kota saat musim libur. Ini adalah bentuk komunikasi yang berani karena berani menawarkan hal baru yang selama ini tidak terpikirkan oleh banyak pihak,” kata Wahyuningsih Subekti dalam keterangannya, Sabtu (18/4) malam.
Kombinasi Promosi
Wahyuningsih menilai, kombinasi promosi secara online dan offline yang dilakukan sangat efektif dalam membangun awareness publik.
Media digital digunakan untuk menyebarkan informasi secara cepat dan luas, sementara pendekatan offline memberikan rasa percaya dan keakraban.
Ia juga memuji peran Jakarta Experience Board (JXB) yang secara aktif melakukan promosi lintas kota, termasuk ke Surabaya dan Semarang.
"Langkah tim JXB yang datang langsung ke Surabaya dan Semarang adalah cara jemput bola yang sangat tepat. Dengan hadir langsung di sana, Jakarta menunjukkan sikap ramah dan serius mengundang warga daerah untuk berlibur. Orang merasa disambut dengan tangan terbuka di Ibu Kota," ujarnya.
Storytelling
Wahyuningsih juga menyoroti keberhasilan storytelling dalam kampanye 'Belanja Senang Cuan Datang'. Melalui narasi ini, persepsi Jakarta berhasil diubah dari sekadar kota kerja yang sibuk dan macet menjadi destinasi liburan Lebaran yang menyenangkan.
“Jakarta tidak lagi digambarkan sebagai kota kantor yang sibuk, melainkan kota wisata belanja yang menguntungkan. Angka transaksi yang mencapai Rp21 triliun menunjukkan bahwa masyarakat percaya dengan cerita ini," paparnya.
"Orang melihat Jakarta sebagai tempat yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu libur sambil menikmati berbagai promo menarik,” sambungnya.
Pendekatan Experiential
Menurutnya, pendekatan experiential melalui voucher, promo hotel, dan paket tour sangat efektif sebagai bagian dari strategi komunikasi, bukan sekadar program insentif.
“Bagi rakyat, bukti nyata lebih penting dari sekadar kata-kata. Voucher dan promo hotel adalah bentuk sambutan hangat dari Pak Gubernur. Ketika orang merasakan langsung kemudahan dan murahnya berlibur di Jakarta, mereka akan pulang dengan kesan yang sangat baik,” katanya.