Arema FC Putus Tren Negatif di Kandang dengan Kalahkan Persik Kediri 2-1
Arema FC akhirnya putus tren negatif enam pertandingan tanpa kemenangan di kandang setelah secara dramatis mengalahkan Persik Kediri 2-1 di Stadion Kanjuruhan. Kemenangan ini membawa Arema FC naik peringkat dalam klasemen Super League.
Arema FC berhasil memutus rentetan hasil buruk di kandang setelah mengalahkan Persik Kediri dalam laga sengit di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kemenangan dramatis 2-1 ini diraih pada Minggu, 11 Januari 2026, setelah sempat tertinggal lebih dulu. Hasil ini sangat berarti bagi Singo Edan untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara.
Pertandingan yang berlangsung penuh tensi tersebut memperlihatkan semangat juang tinggi dari skuad Arema, yang berhasil membalikkan keadaan di menit-menit akhir pertandingan. Dua gol kemenangan Arema tercipta melalui gol bunuh diri pemain Persik, M Supriadi, dan sundulan keras Ian Puleio.
Kemenangan penting ini tidak hanya mengakhiri puasa kemenangan Arema di kandang, tetapi juga membawa mereka naik satu peringkat di klasemen Super League. Sementara itu, kekalahan ini membuat Persik Kediri harus turun dua peringkat, menambah ketatnya persaingan di papan tengah.
Babak Pertama Penuh Peluang, Skor Kacamata Bertahan
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung menampilkan permainan cepat dan terbuka di Stadion Kanjuruhan. Arema FC, yang bertindak sebagai tuan rumah, berusaha menguasai jalannya pertandingan dengan mengandalkan lini serang yang bertumpu pada Dalberto Luan. Mereka menunjukkan kepercayaan diri tinggi di hadapan pendukung sendiri.
Di sisi lain, Persik Kediri memilih strategi serangan balik cepat yang mengandalkan kecepatan para pemain sayap mereka. Meskipun demikian, peluang emas pertama justru datang dari tim tamu melalui tendangan jarak jauh Ezra Walian pada menit ke-30, yang berhasil ditepis dengan sigap oleh kiper Arema FC, Lucas Frigeri.
Tak berselang lama, Arema FC juga mendapatkan kesempatan emas untuk memecah kebuntuan. Pada menit ke-35, Dalberto melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti, namun kiper Persik, Leo Navacchio, tampil gemilang dengan mementahkan upaya tersebut. Babak pertama pun berakhir tanpa gol, meskipun kedua tim saling jual beli serangan.
Comeback Dramatis di Menit Akhir, Arema FC Putus Tren Negatif
Memasuki babak kedua, Persik Kediri langsung mengambil inisiatif serangan dengan menerapkan strategi tekanan tinggi. Hal ini membuat barisan pertahanan Arema FC kewalahan dan kesulitan untuk mengembangkan permainan mereka. Intensitas serangan dari tim tamu terus meningkat, memberikan ancaman serius bagi pertahanan Singo Edan.
Kegigihan Persik akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-80 ketika M Supriadi berhasil mencetak gol, membawa tim tamu unggul 1-0. Gol ini sontak menyentak Arema, yang kemudian meningkatkan tempo permainan mereka untuk mengejar ketertinggalan. Tekanan dari Arema semakin gencar di sisa waktu pertandingan.
Perjuangan Arema FC akhirnya membuahkan hasil dramatis di menit-menit akhir. Pada menit 90+5, Arema berhasil menyamakan kedudukan melalui gol bunuh diri M Supriadi, yang tidak sengaja memasukkan bola ke gawang sendiri. Tiga menit kemudian, euforia pecah di Kanjuruhan saat Ian Puleio menjadi pahlawan kemenangan dengan sundulan kerasnya yang sempurna menembus gawang Persik, memastikan Arema FC Putus Tren Negatif dengan skor 2-1.
Dampak Kemenangan dan Perubahan Klasemen
Kemenangan krusial ini memiliki dampak signifikan bagi Arema FC di klasemen Super League. Dengan tambahan tiga poin, Arema berhasil naik satu peringkat ke urutan ke-10, mengumpulkan total 21 poin. Hasil positif ini tentu menjadi suntikan moral berharga bagi tim asuhan Marcos Santos untuk menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Sebaliknya, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Persik Kediri. Tim berjuluk Macan Putih tersebut harus rela turun dua peringkat di klasemen, menempati urutan ke-12 dengan koleksi 19 poin. Perubahan posisi ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di liga dan pentingnya setiap poin yang diraih.
Pertandingan ini juga menjadi bukti bahwa Arema FC memiliki kemampuan untuk bangkit dari situasi sulit dan memutus tren negatif. Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para pemain hingga peluit akhir menjadi kunci keberhasilan mereka dalam meraih kemenangan dramatis di kandang sendiri.
Sumber: AntaraNews