Anggota DPR Desak Pemda Prioritaskan Perbaikan Jalan Pelosok dan Akses Kesehatan
Anggota DPR RI Ratih Megasari Singkarru mendesak pemerintah daerah memprioritaskan perbaikan jalan pelosok dan penguatan akses kesehatan di wilayah terpencil, menyusul insiden pilu seorang ibu melahirkan di jalan berlumpur.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ratih Megasari Singkarru, menyuarakan desakan kuat kepada pemerintah daerah untuk segera memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan. Desakan ini khususnya ditujukan bagi wilayah pelosok yang masih menghadapi tantangan aksesibilitas yang serius.
Dorongan tersebut disampaikan Ratih pada Selasa (31/3) di Jakarta, sebagai respons atas sebuah peristiwa memilukan di Kopeang, Kecamatan Tapalang, Mamuju, Sulawesi Barat. Kejadian tersebut melibatkan seorang ibu yang terpaksa melahirkan di tengah jalan berlumpur akibat keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan.
Peristiwa ini menyoroti urgensi pembangunan dan perbaikan jalan desa yang layak, serta penguatan layanan kesehatan di daerah terpencil. Hal ini bertujuan agar mobilitas warga menuju fasilitas kesehatan tidak lagi terhambat dan keselamatan jiwa masyarakat dapat terjamin secara merata.
Urgensi Perbaikan Jalan Pelosok untuk Keselamatan Warga
"Sebagai seorang ibu, melihat peristiwa itu menorehkan rasa pilu yang mendalam," ujar Ratih Megasari Singkarru. Ia menambahkan bahwa membayangkan seorang ibu harus mempertaruhkan nyawa, berjuang melahirkan di tengah jalan berlumpur dan jauh dari kelayakan medis, membuat hati ikut merasakan ketakutan dan kecemasannya.
Ratih menegaskan, langkah konkret berupa percepatan pembangunan dan perbaikan jalan desa sangat diperlukan. Infrastruktur jalan yang memadai akan memastikan mobilitas warga menuju fasilitas kesehatan tidak lagi terhalang oleh kondisi medan yang sulit dan berbahaya.
Menurutnya, kebijakan dan alokasi anggaran publik harus difokuskan pada kebutuhan paling mendesak masyarakat. Prioritas utama harus diberikan pada isu-isu yang secara langsung berkaitan dengan keselamatan jiwa, terutama di daerah terpencil yang seringkali terabaikan.
"Melalui peristiwa ini, ada harapan besar agar orientasi kebijakan dan alokasi anggaran publik lebih difokuskan pada pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat," kata Ratih, menekankan pentingnya respons cepat pemerintah dalam mewujudkan perbaikan jalan pelosok.
Penguatan Akses Layanan Kesehatan di Wilayah Terpencil
Selain perbaikan jalan, Ratih juga menyoroti pentingnya penguatan layanan kesehatan dasar di wilayah terpencil. Hal ini krusial agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada fasilitas kesehatan jarak jauh yang seringkali sulit dijangkau dan memakan waktu.
"Bagi warga di pedesaan, infrastruktur jalan bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan urusan menyambung nyawa," tegasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa akses jalan yang baik adalah prasyarat vital untuk mendapatkan pertolongan medis tepat waktu, terutama dalam kondisi darurat.
Ia berharap pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait dapat memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Kehadiran akses yang lebih layak dan merata, baik itu berupa perbaikan jalan maupun fasilitas kesehatan, adalah kunci untuk melindungi warga.
Ratih mengajak seluruh pihak untuk memastikan anggaran publik benar-benar menyentuh kebutuhan fundamental masyarakat, khususnya di daerah pelosok. "Jangan sampai di kemudian hari kita menghadapi kenyataan pahit, di mana ada warga yang sakit atau kehilangan nyawa hanya karena tidak bisa mencapai fasilitas kesehatan akibat akses jalan yang terputus," pungkasnya, menyerukan pentingnya kolaborasi untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan layak bagi semua.
Sumber: AntaraNews