Pemprov Sulteng Siapkan Ambulans Gratis Sigi, Perkuat Akses Kesehatan Warga Terpencil
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah segera meluncurkan layanan ambulans gratis Sigi bagi warga di Desa Lonca, Kulawi, Kabupaten Sigi, wujud komitmen program Berani Sehat untuk pemerataan akses kesehatan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) akan segera menyediakan layanan ambulans gratis bagi masyarakat di Desa Lonca, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat akses kesehatan warga, terutama di wilayah yang selama ini kesulitan menjangkau fasilitas medis. Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sulteng dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, menyampaikan langsung rencana ini saat ditemui awak media di Sigi pada Minggu, 5 April 2026. Ia menegaskan bahwa setiap desa yang dilalui ruas jalan Boladangko hingga Banggaiba akan mendapatkan fasilitas ambulans tersebut. Pemberian ambulans ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret bagi permasalahan transportasi kesehatan di daerah terpencil.
Program ini merupakan implementasi dari program Berani Sehat milik Pemprov Sulteng, yang berfokus pada pelayanan kesehatan tuntas. Mulai dari sistem penjaminan, pengobatan, hingga upaya preventif, program ini dirancang untuk memastikan setiap warga mendapatkan haknya atas layanan kesehatan yang memadai. Ini juga menjadi dukungan terhadap program daerah Kabupaten Sigi dalam pelayanan kesehatan.
Komitmen Pemprov Sulteng Melalui Program Berani Sehat
Gubernur Anwar Hafid menjelaskan bahwa penyediaan ambulans gratis Sigi ini adalah bagian integral dari program Berani Sehat Pemprov Sulteng. Program tersebut dirancang untuk memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh kepada masyarakat. Komitmen ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penjaminan kesehatan hingga upaya pencegahan penyakit.
Inisiatif ini juga selaras dengan program daerah Kabupaten Sigi yang berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warganya. Melalui kolaborasi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dapat menciptakan sistem kesehatan yang lebih responsif. Fokus utama adalah memastikan masyarakat di daerah terisolir dapat mengakses layanan medis tanpa hambatan berarti.
Program Berani Sehat secara khusus menargetkan wilayah-wilayah yang memiliki tantangan aksesibilitas. Pemberian ambulans gratis menjadi langkah nyata untuk menjembatani kesenjangan layanan kesehatan antara perkotaan dan pedesaan. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan fasilitas kesehatan.
Mengatasi Kendala Akses Transportasi di Wilayah Terisolir
Salah satu alasan utama di balik penyediaan ambulans gratis Sigi ini adalah kondisi geografis wilayah Kulawi yang rawan dan terisolir. Masyarakat di ruas jalan Boladangko hingga Banggaiba seringkali menghadapi kesulitan akses transportasi menuju fasilitas kesehatan. Kondisi ini bahkan pernah menyebabkan insiden jenazah diangkut menggunakan sepeda motor, yang menjadi perhatian serius Pemprov Sulteng.
Gubernur Anwar Hafid menekankan bahwa pemerintah berupaya keras untuk memastikan tidak ada lagi warga yang kesulitan mengakses layanan medis karena masalah transportasi. Ambulans akan diberikan kepada daerah terisolir yang sudah dapat dilalui kendaraan bermotor, khususnya mobil. Tujuannya adalah mempermudah masyarakat mendapatkan pertolongan medis secara cepat dan tepat.
Layanan ambulans gratis ini diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat, terutama dalam situasi darurat. Dengan adanya fasilitas ini, waktu tempuh menuju rumah sakit atau puskesmas dapat dipersingkat. Ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan keselamatan warga di Kabupaten Sigi.
Kolaborasi Pembangunan Infrastruktur dan Kesehatan
Pemerintah Kabupaten Sigi dan Pemprov Sulteng tidak hanya fokus pada penyediaan ambulans, tetapi juga menggandeng investor untuk pembangunan infrastruktur jalan. Ruas jalan Boladangko hingga Banggaiba di Kecamatan Kulawi yang memiliki panjang 65 kilometer menjadi prioritas pengembangan. Peningkatan infrastruktur jalan ini sangat krusial untuk mendukung mobilitas ambulans dan aksesibilitas secara keseluruhan.
Investasi dalam pembangunan jalan ini akan membuka isolasi wilayah dan mempermudah distribusi logistik, termasuk pasokan medis. Akses jalan yang baik adalah prasyarat penting agar layanan ambulans dapat beroperasi secara efektif. Kolaborasi ini menunjukkan pendekatan komprehensif pemerintah dalam mengatasi masalah di daerah terpencil.
Sinergi antara pembangunan infrastruktur dan program kesehatan seperti ambulans gratis Sigi merupakan strategi yang efektif. Dengan jalan yang memadai, ambulans dapat menjangkau desa-desa terpencil dengan lebih cepat dan aman. Ini adalah contoh nyata bagaimana investasi pada satu sektor dapat memberikan dampak positif pada sektor lainnya, terutama dalam pelayanan dasar masyarakat.
Sumber: AntaraNews