Pemprov Bengkulu dan BPJS Kesehatan Perkuat Program Pesiar Demi Optimasi JKN Desa
Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama BPJS Kesehatan memperkuat Program Pesiar untuk memastikan Optimasi JKN Desa, menjangkau seluruh masyarakat hingga pelosok dan mengaktifkan kembali peserta non-aktif.
Pemerintah Provinsi Bengkulu dan BPJS Kesehatan kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sinergi ini diwujudkan melalui penguatan Program Pesiar (petakan, sisir, advokasi, dan registrasi) hingga ke tingkat desa. Langkah strategis ini bertujuan mengoptimalkan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
Program Pesiar telah berjalan selama tiga tahun terakhir di Bengkulu, menunjukkan upaya berkelanjutan dalam mendekatkan akses JKN. Inisiatif ini krusial mengingat masih banyak masyarakat di wilayah pelosok yang kesulitan mengakses layanan administrasi BPJS Kesehatan. Penguatan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga.
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyatakan bahwa program ini akan terus berlanjut guna memastikan seluruh 1.342 desa di Bengkulu terdata. Tujuannya adalah agar setiap warga memperoleh akses jaminan kesehatan yang merata. Data akurat menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
Peran Strategis Program Pesiar dalam JKN Desa
Program Pesiar menjadi tulang punggung dalam upaya Pemerintah Provinsi Bengkulu dan BPJS Kesehatan untuk memperkuat pelayanan administrasi JKN. Inisiatif ini secara khusus menyasar masyarakat yang tinggal di wilayah pelosok. Mereka seringkali memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.
Herwan Antoni menjelaskan bahwa program ini sangat membantu warga desa. Masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kantor layanan BPJS Kesehatan. Kemudahan akses ini diharapkan meningkatkan partisipasi aktif warga dalam program JKN.
Lebih lanjut, jaminan kesehatan merupakan salah satu program prioritas utama Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan dan Mian. Mereka berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui akses kesehatan yang memadai. Oleh karena itu, pendataan yang akurat dan pembaruan data peserta menjadi sangat penting.
Menjangkau dan Mengaktifkan Peserta JKN di Bengkulu
Deputi Direksi Wilayah III BPJS Kesehatan, Anurman Huda, menegaskan bahwa Program Pesiar memiliki beberapa tujuan utama. Tujuan tersebut meliputi perekrutan peserta baru, peningkatan keaktifan peserta JKN, serta menjangkau masyarakat desa yang belum terdaftar melalui pendekatan langsung.
Provinsi Bengkulu telah mencapai cakupan 100 persen peserta JKN, dengan total 2.153.765 orang sudah terdata. Namun, tantangan besar masih ada terkait tingkat keaktifan peserta. Saat ini, tingkat keaktifan baru mencapai 85 persen, menyisakan sekitar 15 persen peserta yang berstatus tidak aktif.
Angka 15 persen tersebut setara dengan kurang lebih 300.000 peserta yang masih berstatus tidak aktif. Oleh karena itu, berbagai upaya perlu dilakukan untuk mengaktifkan kembali mereka. Sinergi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan BPJS Kesehatan sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini.
Perkembangan dan Target Program Pesiar ke Depan
Program Desa Pesiar di Provinsi Bengkulu telah menunjukkan perkembangan yang signifikan sejak diluncurkan tiga tahun lalu. Pada tahun 2024, program ini telah diterapkan di 48 desa, menunjukkan komitmen awal yang kuat. Kemudian, pada tahun 2025, sebanyak 21 desa turut serta dalam inisiatif ini.
Tahun ini, jumlah desa yang menjadi sasaran Program Pesiar bertambah 23 desa, memperluas jangkauan layanan JKN. Herwan Antoni memastikan bahwa program ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk mencapai cakupan kesehatan universal.
Melalui sinergi yang terus-menerus, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memperoleh perlindungan jaminan kesehatan. Status kepesertaan mereka juga dapat tetap aktif. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap warga negara memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang layak.
Sumber: AntaraNews