Pemkab OKU Selatan Akselerasi Pemulihan Pasca Bencana, Infrastruktur Prioritas Diperbaiki
Pemerintah Kabupaten OKU Selatan mengambil langkah cepat untuk Pemulihan Pasca Bencana dengan memperbaiki infrastruktur vital yang rusak demi mengembalikan mobilitas masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, secara sigap menyiapkan langkah pemulihan pasca-bencana alam yang melanda wilayah tersebut. Upaya ini difokuskan pada perbaikan infrastruktur yang terdampak parah guna memastikan mobilitas masyarakat kembali normal secepatnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) OKU Selatan, A Farid Effendi, menyatakan bahwa pihaknya telah merancang strategi penanganan cepat. Sebanyak delapan titik infrastruktur krusial akan ditangani melalui alokasi Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Tahun 2026.
Langkah proaktif ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan akses transportasi. Fokus utama adalah pada jalur-jalur vital yang menjadi penghubung antar-wilayah di Kabupaten OKU Selatan, memastikan roda perekonomian dan aktivitas sosial dapat berjalan kembali.
Prioritas Perbaikan Infrastruktur Vital Pemulihan Pasca Bencana OKU Selatan
Penanganan infrastruktur pasca-bencana di OKU Selatan mencakup delapan lokasi yang menjadi prioritas utama. Lokasi-lokasi ini meliputi Jembatan Bunut Mekakau, Jalan Amblas Bumi Jaya, serta Jembatan Gantung Campang Jaya yang mengalami kerusakan signifikan.
Selain itu, dua jembatan di ruas Teluk Agung-Pulau Duku juga masuk dalam daftar perbaikan mendesak setelah terdampak banjir dan tanah longsor. Kerusakan ini telah menghambat aktivitas warga dan distribusi logistik di beberapa area.
Jalan Amblas Sinar Marga di Kecamatan Mekakau Ilir dan Jalan Sukaraja Mekakau Ilir juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ruas jalan Simpang Jaya-Padang Bindu di Desa Pajar Bulan turut diprioritaskan untuk perbaikan pada tahun ini.
Menurut A Farid Effendi, seluruh titik terdampak ini telah dibahas secara khusus dalam rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten OKU Selatan. Pembahasan tersebut bertujuan untuk menyusun skema pembiayaan darurat melalui BTT, memastikan dana tersedia untuk percepatan Pemulihan Pasca Bencana OKU Selatan.
Penanganan Khusus Jembatan Teriti dan Aksesibilitas
Situasi berbeda dialami Jembatan Teriti yang putus akibat luapan sungai pada Senin, 11 Mei. Untuk penanganan jembatan ini, Dinas PUTR OKU Selatan masih menanti hasil kajian teknis dari tim ahli jembatan guna menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Hasil kajian tersebut akan menjadi penentu apakah jembatan cukup diperbaiki atau memerlukan penggantian total. “Hasil kajian nanti akan menentukan apakah jembatan cukup diperbaiki atau harus dilakukan penggantian total,” ujar Farid.
Meskipun demikian, penanganan darurat telah dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna meminimalisir dampak kerusakan lebih lanjut. Upaya ini memastikan bahwa aksesibilitas dasar tetap terjaga.
Saat ini, Jembatan Teriti masih dapat dilalui kendaraan, namun dengan pembatasan beban maksimal satu ton. Pembatasan ini diterapkan sebagai langkah antisipasi demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan mencegah kerusakan yang lebih parah.
Delapan lokasi prioritas penanganan infrastruktur di OKU Selatan meliputi:
- Jembatan Bunut Mekakau
- Jalan Amblas Bumi Jaya
- Jembatan Gantung Campang Jaya
- Dua jembatan di ruas Teluk Agung-Pulau Duku
- Jalan Amblas Sinar Marga di Kecamatan Mekakau Ilir
- Jalan Sukaraja Mekakau Ilir
- Ruas jalan Simpang Jaya-Padang Bindu di Desa Pajar Bulan
Sumber: AntaraNews