6 Tahun di BUMN: Erick Thohir Ungkap Fokus Pembinaan SDM, Bukan Sekadar Korporasi
Erick Thohir, mantan Menteri BUMN, membeberkan perjalanan enam tahun kepemimpinannya yang fokus pada pembangunan SDM, bukan hanya korporasi.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir pada Jumat (20/9) membagikan refleksi atas enam tahun masa jabatannya sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menegaskan bahwa fokus kepemimpinannya tidak hanya pada transformasi korporasi, melainkan juga pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan.
Dalam pidatonya saat melepas jabatan, Erick Thohir menyoroti dedikasi, kerja keras, empati, dan pengorbanan seluruh karyawan kementerian. Upaya ini dinilai penting dalam membangun bisnis sekaligus membentuk karakter bangsa yang kuat dan berintegritas tinggi.
Menurutnya, membangun manusia adalah bagian tersulit dari proses transformasi, jauh melampaui sekadar restrukturisasi perusahaan. Ia menekankan bahwa pembangunan SDM menjadi pilar utama dalam menciptakan BUMN yang tangguh dan berdaya saing global.
Fokus pada Pembangunan SDM dan Transformasi Korporasi
Erick Thohir menjelaskan bahwa selama enam tahun memimpin Kementerian BUMN, ia dan timnya berupaya keras untuk tidak hanya mengubah struktur perusahaan. Lebih dari itu, mereka berinvestasi dalam pengembangan individu yang bekerja di dalamnya. "Kami membangun manusia seutuhnya di sini, bukan hanya korporasi," ujarnya pada Jumat (20/9).
Membangun manusia, lanjut Erick, merupakan tugas yang paling menantang. Proses ini membutuhkan dedikasi tinggi dan kerja keras siang malam untuk memastikan transformasi korporasi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas individu. Ia percaya bahwa SDM yang unggul adalah kunci keberlanjutan BUMN.
Kementerian BUMN di bawah kepemimpinannya berhasil menciptakan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki motivasi tinggi tetapi juga menunjukkan empati kuat. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendekatan holistik dalam manajemen SDM dapat membawa dampak positif yang signifikan bagi perusahaan negara.
Pesan untuk Pegawai BUMN dan Visi Masa Depan
Mantan Menteri BUMN ini mengingatkan seluruh pegawai Kementerian BUMN untuk terus melanjutkan rencana transformasi besar yang telah dicanangkan. Ia mendorong agar semangat kemajuan dan inovasi tetap menjadi prioritas utama dalam menjalankan roda perusahaan negara.
Erick Thohir juga berpesan agar para pegawai tidak mengubah identitas diri, melainkan terus memperbaiki diri. "Saya mengingatkan Anda untuk tidak mengubah identitas Anda. Sebaliknya, Anda harus meningkatkan diri karena Indonesia membutuhkan orang-orang baik," tegasnya. Hal ini penting karena bangsa ini membutuhkan individu-individu yang baik dan kompeten.
Ia menyoroti inisiatif Presiden untuk melahirkan Danantara, sebuah kekuatan investasi masa depan bangsa. Erick Thohir menekankan pentingnya dukungan penuh dari seluruh elemen BUMN terhadap inisiatif strategis ini demi kemajuan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Peran Baru sebagai Menpora dan Permohonan Maaf
Setelah menyelesaikan tugasnya di Kementerian BUMN, Erick Thohir kini mengemban peran baru sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga. Tugas barunya ini meliputi pemberdayaan 60 juta pemuda Indonesia untuk mengejar impian dan kreativitas mereka.
Selain itu, ia juga ditugaskan untuk menyatukan berbagai komunitas melalui olahraga, sebuah misi yang menantang namun penuh makna. Erick Thohir berharap Kementerian BUMN akan terus memajukan bangsa dan negara di masa mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama enam tahun masa jabatannya. "Dengan segala hormat, selama enam tahun saya di sini, saya mohon maaf atas segala kesalahan. Saya melakukan segalanya demi kemajuan bangsa kita," tutupnya.
Sebagai informasi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Jumat (20/9) mengumumkan penunjukan Wakil Menteri BUMN Dony Oskaria sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri BUMN.
Sumber: AntaraNews