26 Siswa di Mamuju Keracunan MBG, 2 Masih Kritis
Nursyamsi mengaku sudah melakukan investigasi terkait keracunan tersebut. Saat ini, dia masih menunggu hasil uji laboratorium.
Dinas Kesehatan Mamuju menetapkan kejadian luar biasa (KLB) terkait kasus 26 siswa di Kecamatan Tapalang mengalami keracunan usai menyantap program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Dari 26 siswa yang keracunan, dua masih dalam kondisi kritis.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Barat, Nursyamsi membenarkan jika Dinkes Mamuju telah menetapkan KLB dalam kasus keracunan usai mengonsumsi program MBG. Nursyamsi mengaku saat ini ada 26 siswa terdata akibat keracunan MBG.
"Tujuh belas siswa sudah dipulangkan. Tujuh siswa masih dirawat di Puskesmas dan dua masih kritis dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Mamuju serta RS Punggawa Malolo," ujarnya kepada wartawan.
Nursyamsi mengaku sudah melakukan investigasi terkait keracunan tersebut. Saat ini, dia masih menunggu hasil uji laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju usai mengambil sampel makanan.
"Sampel makanan yang ada di sekolah dan dapur MBG sudah diserahkan ke BPOM. Kami menunggu hasil pemeriksaan dari BPOM," tuturnya.
Gubernur Minta Guru Cek Sterilisasi Makanan
Sementara itu Gubernur Sulbar Suhardi Duka meminta kepada guru di kelas untuk memeriksa dan memastikan sterilisasi program MBG yang diberikan kepada siswa.
"Guru sebaiknya melihat terlebih dahulu, apakah makanan itu apa sehat steril atau tidak. Jika sudah dipastikan steril, bisa diberikan pada anak-anak," ujarnya.
Suhardi menegaskan komitmen Pemprov Sulbar untuk memberikan bantuan perawatan jika terjadi kejadian yang tidak diinginkan seperti kasus keracunan ini. Ia juga sudah minta polisi supaya memeriksa SPPG apakah ada kelalaian atau tidak.
"Pastilah kalau ada keracunan kami rawat sampai sehat. Kami yang bayar, kalau perlu kami rujuk ke rumah sakit jika memang dibutuhkan," katanya.