1.756 Burung Kicau yang Diselundupkan ke Bali Berhasil Digagalkan, Begini Kronologinya
Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi Balai Karantina Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB) adanya pengiriman burung dari Lombok menuju Kota Denpasar.
Sebanyak 1.756 ekor burung kicau yang akan diselundupkan ke Bali, lewat Pelabuhan Padangbai, di Kabupaten Karangasem, Bali, berhasil digagalkan.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Padangbai, Kompol I Wayan Gede Wirya, mengatakan, ribuan burung tersebut diangkut menggunakan bus antarprovinsi dan berhasil diungkap pada Selasa (5/4) sekitar pukul 10.30 WITA di Pelabuhan Padangbai.
"Setelah menerima informasi, petugas karantina berkoordinasi dengan kami, TNI AL, dan melakukan pemeriksaan,” kata Kompol Gede Wirya, Rabu (6/5).
Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi Balai Karantina Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB) adanya pengiriman burung dari Lombok menuju Kota Denpasar, Bali.
Kemudian, dilakukan pemeriksaan dilakukan di area Pelabuhan Padangbai dan petugas menghentikan bus Safari Dharma Raya dengan pelat nomor DR 7168 AA yang dicurigai membawa satwa tersebut.
"Melakukan pemeriksaan di dalam bus tersebut dan ditemukan berupa 22 boks yang berisi berapa jenis burung. Selanjutnya diamankan di Balai Karantina Padangbai," imbuhnya.
Berbagai jenis burung kicau tanpa dokumen yang sah. Adapun jumlah burung yang diamankan mencapai 1.756 ekor, di antaranya jenis pleci lombok 915 ekor, cucak kombo 413 ekor, cinen pisang 218 ekor, beranjangan 92 ekor.
Kemudian burung pleci montano 50 ekor, kepodang 40 ekor, gelatik batu 12 ekor, burung madu besar 10 ekor, burung madu kecil 3 ekor, ciblek 2 ekor, dan pledekan laut 1 ekor.
Amankan Sopir Bus
Selain itu, petugas juga mengamankan sopir bus berinisial NO (51) asal Semarang, Jawa Tengah dan kernet berinisial SQ (56) asal Situbondo, Jawa Timur untuk dimintai keterangan.
"Burung-burung tersebut kemudian dilepasliarkan di kawasan hutan Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem," ujarnya.
Pelepasliaran dilakukan pada hari yang sama sekitar pukul 16.30 WITA. Kasus ini masih dalam penanganan lebih lanjut oleh pihak terkait.