Panik Saat X-Ray, Penumpang di Pelabuhan Parepare Tinggalkan Tas Berisi Sabu 330 Gram

Pengungkapan peredaran narkoba berawal dari pengawasan dan pemeriksaan ketat terhadap penumpang di pintu keluar pelabuhan.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Panik Saat X-Ray, Penumpang di Pelabuhan Parepare Tinggalkan Tas Berisi Sabu 330 Gram
Panik Saat X-Ray, Penumpang di Pelabuhan Parepare Tinggalkan Tas Berisi Sabu 330 Gram (Merdeka.com)

Kepolisian Resor Parepare, Sulawesi Selatan, menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 330 gram yang dibawa oleh seorang penumpang Kapal Motor (KM) Dharma Kartika IX di Pelabuhan Nusantara, Parepare. Pemilik sabu tersebut berhasil kabur usai mengetahui ada pemeriksaan X-Ray yang dilakukan polisi di Pelabuhan Nusantara, Parepare.

Kepala Kepolisian Resor Parepare Ajun Komisaris Besar Indra Waspada Yuda mengatakan pengungkapan peredaran narkoba berawal dari pengawasan dan pemeriksaan ketat terhadap penumpang di pintu keluar Pelabuhan Nusantara Parepare. Indra mengatakan pemeriksaan terhadap penumpang menggunakan X-Ray.

"Petugas pelabuhan mencurigai gerak-gerik seorang penumpang saat akan melewati pemeriksaan X-Ray," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (11/4).

Karena mengetahui adanya pemeriksaan X-Ray penumpang berjenis kelamin laki-laki tersebut justru berbalik arah dan kembali ke atas kapal. Dalam situasi itu, ia sempat menyerahkan tas jinjing berwarna hitam kepada seorang buruh pelabuhan.

"Yang bersangkutan diduga sengaja menitipkan tasnya kepada buruh dengan alasan tertentu, lalu kembali ke kapal," jelasnya.

Aksi tersebut tak luput dari pantauan petugas keamanan pelabuhan yang kemudian segera melaporkan ke polisi. Tas yang dititipkan itu lalu diamankan dan langsung diperiksa.

Hasil pemeriksaan mengungkap adanya bungkusan mencurigakan di dalam tas. Setelah dibuka, petugas menemukan lima paket kristal bening yang diduga merupakan narkotika jenis sabu dengan berat lebih dari 330 gram.

"Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan lima paket yang diduga sabu. Saat ini seluruh barang bukti sudah kami amankan," ungkap Indra.

Polisi pun langsung bergerak melakukan pencarian terhadap pria yang diduga sebagai pemilik tas. Namun hingga kini, keberadaannya masih belum diketahui.

"Kami sudah melakukan penyisiran di kapal maupun area pelabuhan, namun pelaku belum ditemukan dan masih dalam pengejaran," katanya.

Indra menambahkan, pihaknya kini tengah mendalami kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika yang memanfaatkan jalur laut.

"Kami terus melakukan pengembangan, termasuk menelusuri asal-usul barang dan kemungkinan keterlibatan jaringan," tegasnya.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu tas jinjing hitam, satu unit ponsel, serta lima paket kristal bening yang diduga sabu. Kasus tersebut kini ditangani Satresnarkoba Polres Parepare untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Rekomendasi