800 Peserta Ramaikan Lomba Burung Berkicau Temanggung, Ajang Lestarikan Fauna Sekaligus Sambut HUT ke-80 TNI

Lomba Burung Berkicau Temanggung sukses digelar dengan 800 peserta dari berbagai daerah, menjadi upaya Kodim Temanggung melestarikan fauna dan mempererat sinergi TNI-rakyat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
800 Peserta Ramaikan Lomba Burung Berkicau Temanggung, Ajang Lestarikan Fauna Sekaligus Sambut HUT ke-80 TNI
Lomba Burung Berkicau Temanggung sukses digelar dengan 800 peserta dari berbagai daerah, menjadi upaya Kodim Temanggung melestarikan fauna dan mempererat sinergi TNI-rakyat. (Merdeka.com)

Ratusan penggemar burung berkicau dari berbagai wilayah memadati Alun-Alun Temanggung, Jawa Tengah, pada Minggu, 14 September, untuk mengikuti sebuah kompetisi unik. Acara ini diselenggarakan oleh Kodim Temanggung sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada tahun 2025 mendatang.

Lomba ini bukan sekadar ajang adu suara merdu, melainkan memiliki misi mulia untuk melestarikan keanekaragaman fauna di Indonesia. Inisiatif ini menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung upaya konservasi lingkungan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.

Antusiasme peserta sangat tinggi, dengan sekitar 800 penggemar burung yang datang dari Temanggung, Yogyakarta, Wonosobo, Pekalongan, Semarang, dan daerah sekitarnya. Kehadiran mereka menjadikan Lomba Burung Berkicau Temanggung sebagai salah satu event penting di kancah perburungan nasional.

Melestarikan Kekayaan Fauna Melalui Lomba Burung Berkicau Temanggung

Lomba burung berkicau yang diadakan oleh Kodim Temanggung ini secara tegas menyatakan tujuannya sebagai mediator pelestarian fauna di Indonesia. Dandim Temanggung, Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho, menekankan pentingnya kegiatan ini.

“Kegiatan ini merupakan mediator untuk melestarikan fauna yang ada di Indonesia,” kata Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho di Temanggung, Jawa Tengah.

Berbagai jenis burung dilombakan, menunjukkan betapa kayanya keanekaragaman hayati Indonesia. Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian burung-burung di alam.

Sinergi TNI-Rakyat dan Dukungan Pemerintah Daerah

Selain sebagai ajang pelestarian fauna, Lomba Burung Berkicau Temanggung juga bertujuan untuk mempererat hubungan antara Tentara Nasional Indonesia dan masyarakat. Dandim Hermawan Adi Nugroho berharap kegiatan ini dapat menciptakan sinergi yang kuat.

“Semoga dengan acara ini akan menjadikan sinergitas antara TNI dengan rakyat atau masyarakat,” tambahnya.

Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kabupaten Temanggung. Bupati Temanggung, Agus Setyawan, menyatakan kesiapan Pemkab dalam memfasilitasi acara tersebut.

“Kita bebaskan sebagai sarana untuk mempererat silaturahim para penggemar burung dan kita mendukung penuh kegiatan ini dalam rangkaian peringatan HUT Ke-80 TNI,” ujar Bupati Agus Setyawan. Fasilitas Alun-Alun Temanggung pun disediakan secara gratis untuk kegiatan ini.

Antusiasme Peserta dari Berbagai Wilayah

Lomba burung berkicau ini berhasil menarik perhatian ratusan peserta dari berbagai daerah. Tercatat sekitar 800 peserta turut memeriahkan acara ini, menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap dunia burung berkicau.

Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Temanggung, tetapi juga dari kota-kota tetangga seperti Yogyakarta, Wonosobo, Pekalongan, dan Semarang. Kehadiran mereka menambah semarak kompetisi dan memperluas jangkauan pelestarian fauna.

Beragam jenis burung yang dilombakan juga menjadi daya tarik tersendiri, mencerminkan kekayaan hayati yang luar biasa. Kegiatan ini menjadi tontonan menarik bagi masyarakat Temanggung dan para penikmat burung berkicau dari berbagai penjuru.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi